Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konseling Hukum dan Dukungan Emosional (Membentuk Sikap dan Tindakan Positif Mencegah Bullying dan Body Shaming di Kalangan Pelajar) Wulandari S, Lestari; Tanggahma, Biloka; Sawir, Muhammad; Kamaluddin, Santrio; Abubakar, Faisal; Rahmadani, Ulfa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): November 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i6.590

Abstract

Artikel ini mengangkat pentingnya konseling hukum dan dukungan emosional dalam membentuk sikap dan tindakan positif untuk mencegah bullying dan body shaming di kalangan pelajar. Topik ini dipilih mengingat meningkatnya kasus bullying dan body shaming yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan perkembangan karakter pelajar. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lokakarya, diskusi kelompok terarah, dan sesi konseling individu. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman pelajar tentang dampak negatif bullying dan body shaming serta perubahan sikap yang lebih positif. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran dan memberikan alat praktis bagi pelajar untuk melawan perilaku negatif tersebut, yang berkontribusi pada lingkungan sekolah yang lebih aman dan inklusif.
Pengaruh Intensitas Kebisingan terhadap Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Indonesia: Meta-Analisis Ilmidin, Ilmidin; Syaharuddin Nur; Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Rahmadani, Ulfa; Arisjulyanto, Dedy
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i2.4392

Abstract

Noise in the workplace is one of the risk factors that can endanger the health and safety of workers. Noise exposure is commonly found in industrial areas such as factories, production machinery, and activities around airports. According to the World Health Organization (WHO), more than 430 million people worldwide suffer from hearing loss. This study aims to analyze the relationship and effect of noise exposure on hearing loss among workers in Indonesia. The research method employed is a systematic literature review with a meta-analysis approach, involving the stages of searching, screening, and analyzing data from relevant scientific articles. The results of the meta-analysis show a p-value of < 0.001, indicating a statistically significant association between noise exposure and hearing loss. The Odds Ratio (OR) value of 2.643 suggests that workers exposed to noise levels exceeding the Threshold Limit Value (TLV) are 2.6 times more likely to experience hearing loss compared to those who are not exposed or are exposed to noise levels below the TLV. The 95% Confidence Interval (CI) ranges from 1.513 to 4.610. Based on these findings, it is recommended that both workers and companies regularly measure noise levels, use hearing protection equipment, and conduct ongoing education and evaluations of workplace hazards.
MATERNAL AGE, PARITY, AND ANTENATAL CARE VISITS AS PREDICTORS OF CESAREAN SECTION DELIVERY AT TK II MARTHEN INDEY HOSPITAL, JAYAPURA Rahmadani, Ulfa; Vrensca C M Rupilu; Fika Daulian; Syaharuddin Nur; Faridha Almira; Wilma Florensia; Anneke Yacob; Ristina Rosauli Harianja
International Journal of Social Science Vol. 4 No. 3: October 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v4i3.11217

Abstract

Background: Cesarean section (CS) rates have been increasing in Indonesia, including in Papua, raising concerns about maternal and neonatal outcomes. Antenatal care (ANC) is a key intervention to monitor pregnancy and prevent complications. Objective: This study aimed to determine the association between maternal age, parity, and ANC Visits with cesarean section delivery at TK II Marthen Indey Hospital, Jayapura. Methods: An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted in 2017. The study population consisted of all delivering mothers, with a sample of 149 respondents selected based on specific inclusion and exclusion criteria. Data were obtained from medical records, including variables on maternal age, parity, ANC visits, and medical history. Univariable, bivariate (Chi-square), and multivariable (logistic regression) analyses were performed to identify dominant factors associated with CS. Results: Of 149 respondents, 57.0% delivered by CS, exceeding the WHO recommended rate (5–15%). Multivariable analysis showed that maternal age <20 or >35 years (aOR=1.6; 95% CI: 1.02–2.85; p=0.042), primiparity (aOR=1.9; 95% CI: 1.08–3.60; p=0.038), and irregular ANC visits (aOR=3.8; 95% CI: 2.00–7.20; p=0.001) were significantly associated with CS. The model showed good fit (Hosmer–Lemeshow p=0.47, Nagelkerke R²=0.32) and discrimination ability (AUC=0.76). Conclusion: Maternal age, primiparity, and ANC Visits are significant predictors of cesarean section delivery, with irregular ANC being the dominant factor. Interventions promoting regular ANC visits, particularly for high-risk mothers, are recommended to reduce unnecessary CS.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA MELALUI VIDEO EDUKASI PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI Rupilu, Vrensca C. M.; Rahmadani, Ulfa; Daulian, Fika; Yakob, Anneke; Nur, Syaharuddin; Almira, Faridha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36048

Abstract

Abstrak: Kebersihan pribadi saat menstruasi merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam kesehatan reproduksi perempuan. Studi yang dilakukan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 46% siswi memiliki pemahaman yang rendah tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawaasan remaja putri tentang pentingnya kebersihan pribadi saat menstruasi. Metode yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan video edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan sistem pre-post dan post-test dengan jumlah pertanyaan sebanyak 16 soal untuk menilai pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan. Aktivitas berlangsung sepanjang satu hari dan dihadiri oleh 50 siswi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh nilai p-value 0,004<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan video untuk memberikan edukasi tentang kebersihan pribadi saat menstruasi secara efektif meningkatkan pengetahuan siswa perempuan.Abstract: Personal hygiene during menstruation is one aspect that must be considered in women's reproductive health. A study conducted in 2023 showed that 46% of female students had a low understanding of reproductive health. This activity aims to broaden young women's knowledge about the importance of personal hygiene during menstruation. The method used is through educational videos. The evaluation was conducted using a pre-post and post-test system with 16 questions to assess knowledge before and after the education was provided. The activity lasted one day and was attended by 50 female students. Based on the pre-test and post-test results, a p-value of 0.004<0.05 was obtained. These results indicate that the use of videos to provide education on personal hygiene during menstruation effectively improves female students' knowledge.
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Perlindungan Diri Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Nur, Syaharuddin; Daulian, Fika; Rahmadani, Ulfa; Yacob, Anneke
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9389

Abstract

Kekerasan seksual pada remaja masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, terutama di lingkungan sekolah dengan keterbatasan akses informasi, edukasi, dan pengawasan. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan siswa terhadap kekerasan seksual sehingga diperlukan edukasi perlindungan diri yang menarik, partisipatif, dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan perlindungan diri remaja melalui edukasi pencegahan kekerasan seksual pada siswa SMP Negeri 8 Muara Tami, Kota Jayapura. Kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif dengan desain one-group pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 46 siswa kelas VII melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi partisipatif, simulasi perlindungan diri, serta pembentukan duta remaja sebagai pionir pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 65,5% pada pre-test menjadi 82% pada post-test atau meningkat sebesar 16,5%. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat edukasi perlindungan diri remaja serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Sekolah di Kota Jayapura: Studi Cross Sectional Simath, Grace Sarah; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Izaac, Fransina Alfonsin; Yufuay, Agustina Regina; Pariaribo, Konstantina; Fatiah, Mona Safitri; Daulian, Fika; Rahmadani, Ulfa; Rupilu, Vrensca Catarina Medline; Nur, Syaharuddin
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1795

Abstract

Ringkasan: Latar belakang: Penyakit kanker merupakan salah satu tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat, termasuk kanker payudara yang masih menjadi penyumbang pada tingkat mortalitas perempuan di seluruh dunia. Kanker payudara dapat dicegah melalui deteksi dini Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang perlu dipraktikkan secara rutin oleh setiap individu, terutama sejak remaja usia sekolah. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan dan peran media sosial dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri pada remaja sekolah di Kota Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di SMA Kota Jayapura. Populasi penelitian berjumlah 425 remaja putri, dengan sampel sebanyak 222 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lameshow melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi ?= 0,05. Hasil: Hanya 18,0% remaja yang melakukan praktik SADARI. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,027) dan peran media sosial (p = 0,019) dengan praktik SADARI. Kesimpulan: Pengetahuan dan peran media sosial berhubungan signifikan dengan praktik SADARI pada remaja sekolah di Kota Jayapura. Saran: Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan promosi SADARI melalui media sosial dan kegiatan sekolah untuk mendorong perilaku deteksi dini kanker payudara sejak usia remaja.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN ALKOHOL DI KOTA JAYAPURA Rahmadani, Ulfa; Nur, Syaharuddin; Ilmidin, Ilmidin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38110

Abstract

Abstrak: Konsumsi alkohol di kalangan remaja merupakan persoalan serius kesehatan masyarakat karena berdampak negatif terhadap aspek fisik, mental, dan sosial. Masa remaja yang penuh rasa ingin tahu serta pengaruh lingkungan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam pencegahan konsumsi alkohol, meliputi soft skill (pengambilan keputusan, komunikasi, dan penolakan terhadap pengaruh negatif teman sebaya) serta hard skill (pemahaman risiko kesehatan dan strategi pencegahan). Kegiatan melibatkan 30 siswa SMA di Kota Jayapura melalui metode penyuluhan interaktif, kuis, dan kampanye “Saya Hebat Tanpa Alkohol”. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 10–15 pertanyaan terkait pengetahuan, sikap, dan keterampilan pencegahan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 34,8% dan perubahan sikap positif sebesar 33,4%. Lebih 80% peserta aktif berpartisipasi dalam kampanye yang mencerminkan peningkatan kesadaran dan komitmen terhadap perilaku sehat. Kegiatan ini memperkuat komitmen remaja untuk menjauhi alkohol serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.Konsumsi alkohol di kalangan remaja merupakan persoalan serius kesehatan masyarakat karena dampak negatifnya secara fisik, mental, dan sosial. Masa remaja yang penuh rasa ingin tahu dan pengaruh lingkungan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan remaja melalui peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan terhadap bahaya alkohol. Kegiatan pengabdian melibatkan 30 siswa SMA di Kota Jayapura menggunakan metode penyuluhan interaktif, kuis edukatif, serta kampanye “Saya Hebat Tanpa Alkohol”. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan sebesar 34,8% dan perubahan sikap positif sebesar 33,4%. Selain itu, lebih dari 80% peserta aktif berpartisipasi dalam kampanye, yang mencerminkan peningkatan softskill dan kesadaran diri terhadap perilaku sehat. Kegiatan ini memperkuat komitmen remaja untuk menjauhi alkohol serta membangun lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.Abstract: Alcohol consumption among adolescents is a serious public health concern due to its negative impacts on physical, mental, and social aspects. Adolescence, characterized by curiosity and strong environmental influences, increases vulnerability to risky behaviors. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge, attitudes, and skills in preventing alcohol consumption, including soft skills (decision-making, communication, and refusal skills against negative peer influence) and hard skills (understanding health risks and prevention strategies). The program involved 30 high school students in Jayapura City through interactive counseling, quizzes, and the “I Am Great Without Alcohol” campaign. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments consisting of 10–15 questions related to knowledge, attitudes, and prevention skills. The results showed an increase in knowledge by 34.8% and positive attitude changes by 33.4%. More than 80% of participants actively engaged in the campaign, reflecting improved awareness and commitment to healthy behavior. This activity strengthened adolescents’ commitment to avoiding alcohol and supported the creation of a healthy and productive school environment.Alcohol consumption among adolescents is a serious public health concern due to its negative physical, mental, and social impacts. The curiosity characteristic of adolescence and environmental influences increase vulnerability to such risky behaviors. This community service aims to empower adolescents by increasing their knowledge and preventive attitudes toward the dangers of alcohol. The program involved 30 high school students in Jayapura City using interactive counseling, educational quizzes, and the “I am Great Without Alcohol” campaign. Evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results. The findings showed a 34.8% increase in knowledge and a 33.4% improvement in positive attitudes. Furthermore, over 80% of participants actively engaged in the campaign, reflecting enhanced soft skills and self-awareness regarding healthy behavior. This activity strengthens adolescent commitment to avoiding alcohol and fosters a healthy, productive school environment.