Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Lama Penggunaan Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) dan Disfungsi Seksual Pada Perempuan Usia Reproduktif Daulian, Fika; Emilia, Ova; Wahab, Abdul
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i3.93

Abstract

Seksualitas merupakan sebuah domain penting dan kompleks dalam kualitas kehidupan. Aktivitas seksual melibatkan elemen fisik, psikologis, sosial, dan estetik. Hal ini sangat kompleks sehingga rentan mengalami masalah. Jika seksualitas perempuan terganggu, konsekuensi yang terjadi kemungkinan akan berpengaruh terhadap keharmonisan hubungan suami istri dan kelangsungan fungsi reproduksi seorang perempuan. Sejumlah penelitian menemukan efek samping yang ditimbulkan dari lamanya penggunaan suntikan DMPA. Pemakaian kontrasepsi suntik DMPA dalam jangka waktu yang lama dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya disfungsi seksual. Mengetahui dan menganalisis risiko lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan disfungsi seksual pada perempuan usia reproduktif di Kota Kendari. Penelitian observasional analitik menggunakan rancangan cohort retrospective. Subyek dalam penelitian ini adalah semua perempuan usia reproduktif yang menggunakan kontrasepsi DMPA di Kota Kendari Jumlah sampel dalam penelitian ini sebayak 196 perempuan usia subur dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Variabel bebas yaitu lama penggunaan Depo Medroxy Progesterone Acetate dan variabel terikat yaitu disfungsi seksual perempuan. Subjek penelitian ini adalah perempuan usia subur 15-49 tahun pengguna kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesterone Acetate. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi, bivariabel dengan uji Chi-square dan multivariable menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian ini ditemukan dari seluruh responden penelitian sebanyak 39 % perempuan mengalami difungsi seksual. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa prevalensi klien DMPA ? 2 tahun mengalami disfungsi seksual sebesar 58 %. Risiko disfungsi seksual pada klien DMPA ? 2 tahun menggunakan kontrasepsi DMPA ? 2 tahun 2 kali lebih besar dibandingkan klien pengguna DMPA < 2 tahun (RR = 2,1 95 % CI 1,62-2,84). Usia ibu, usia suami dan usia pernikahan merupakan faktor risiko yang cukup penting dalam menyebabkan disfungsi seksual. Pada hasil multivariabel usia perempuan merupakan faktor yang berkontribusi paling besar memengaruhi kejadian disfungsi seksual, pada usia reproduksi yaitu pada kelompok usia 35-49 tahun berisiko tinggi (p=0,001 < 0,05) mengalami disfungsi seksual
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA MELALUI VIDEO EDUKASI PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI Rupilu, Vrensca C. M.; Rahmadani, Ulfa; Daulian, Fika; Yakob, Anneke; Nur, Syaharuddin; Almira, Faridha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36048

Abstract

Abstrak: Kebersihan pribadi saat menstruasi merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam kesehatan reproduksi perempuan. Studi yang dilakukan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 46% siswi memiliki pemahaman yang rendah tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawaasan remaja putri tentang pentingnya kebersihan pribadi saat menstruasi. Metode yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan video edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan sistem pre-post dan post-test dengan jumlah pertanyaan sebanyak 16 soal untuk menilai pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan. Aktivitas berlangsung sepanjang satu hari dan dihadiri oleh 50 siswi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh nilai p-value 0,004<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan video untuk memberikan edukasi tentang kebersihan pribadi saat menstruasi secara efektif meningkatkan pengetahuan siswa perempuan.Abstract: Personal hygiene during menstruation is one aspect that must be considered in women's reproductive health. A study conducted in 2023 showed that 46% of female students had a low understanding of reproductive health. This activity aims to broaden young women's knowledge about the importance of personal hygiene during menstruation. The method used is through educational videos. The evaluation was conducted using a pre-post and post-test system with 16 questions to assess knowledge before and after the education was provided. The activity lasted one day and was attended by 50 female students. Based on the pre-test and post-test results, a p-value of 0.004<0.05 was obtained. These results indicate that the use of videos to provide education on personal hygiene during menstruation effectively improves female students' knowledge.
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Perlindungan Diri Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Nur, Syaharuddin; Daulian, Fika; Rahmadani, Ulfa; Yacob, Anneke
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9389

Abstract

Kekerasan seksual pada remaja masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, terutama di lingkungan sekolah dengan keterbatasan akses informasi, edukasi, dan pengawasan. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan siswa terhadap kekerasan seksual sehingga diperlukan edukasi perlindungan diri yang menarik, partisipatif, dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan perlindungan diri remaja melalui edukasi pencegahan kekerasan seksual pada siswa SMP Negeri 8 Muara Tami, Kota Jayapura. Kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif dengan desain one-group pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 46 siswa kelas VII melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi partisipatif, simulasi perlindungan diri, serta pembentukan duta remaja sebagai pionir pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 65,5% pada pre-test menjadi 82% pada post-test atau meningkat sebesar 16,5%. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat edukasi perlindungan diri remaja serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.