Penelitin ini memberikan dasar teologis bagi kolaborasi antara misi penginjilan dan teknologi serta mendorong gereja dan pelayan misi agar mampu merancang strategi pelayanan yang relevan dengan era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika umum. Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga aspek utama signifikansi dari analisis Kisah Para Rasul 18:2-4 bagi misi di era Society 5.0 yaitu: penguatan jaringan sosial dalam pelayanan, integrasi antara pekerjaan dan pelayanan, serta fleksibilitas dalam menjangkau berbagai audiens. Penelitian ini menunjukan bahwa Kisah Para Rasul 18:2–4 mengilustrasikan bagaimana aktivitas profesional Paulus sebagai pembuat tenda tidak hanya menjadi sarana pemeliharaan diri, tetapi juga medium strategis untuk membangun relasi dan memberitakan Injil. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital dan cepat berubah, menuntut gereja untuk lebih fleksibel dan kreatif dalam menjangkau jiwa-jiwa melalui berbagai saluran yang ada. Kesempatan untuk menggabungkan pekerjaan dan pelayanan, serta membangun hubungan yang kuat dalam jaringan sosial, membuka ruang bagi misi penginjilan di era Society 5.0 untuk berperan aktif dalam misi Tuhan di tengah masyarakat yang dinamis ini.
Copyrights © 2025