Sebagai sarana untuk membangun gerakan bisnis gereja yang etis, kontekstual, dan berorientasi pada iman, Penelitian ini mengkaji integrasi etika bisnis dan studi hermeneutika Kis. 18:1-17. Dalam bagian ini, Paulus digambarkan bekerja sebagai pembuat tenda bersama Priskila, istrinya, dan Akwila, suami Priskila, yang menyoroti hubungan harmonis antara pelayanan rohani dan aktivitas ekonomi. Lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan budaya Korintus pada masa Paulus, termasuk dinamika komunitas Yahudi, struktur perdagangan, dan status tenaga kerja manual dalam masyarakat Romawi, dianalisis dalam studi ini menggunakan kritik sosiologis. Tinjauan pustaka dalam studi ini mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi Paulus, Priskila, dan Akwila mencontohkan nilai-nilai etika bisnis, seperti keadilan, tanggung jawab sosial, integritas, dan independensi. Integrasi kedua studi ini mendukung gagasan bahwa gereja-gereja modern mampu meluncurkan inisiatif komersial yang tidak hanya berfokus pada ekonomi tetapi juga pada pengembangan pemberdayaan jemaat dan kesaksian iman. Akibatnya, gereja dapat menggunakan model kegiatan ekonomi yang adil, komprehensif, dan dapat diterapkan dalam lingkungan sosial saat ini, dan model ini dapat didasarkan pada nilai-nilai etika bisnis alkitabiah.
Copyrights © 2026