Setelah melahirkan, banyak ibu mengalamai perasaan sedih dan keawalahan yang dikenal dengan istilah baby blues atau postpartum blues. Penyakit ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum yang lebih parah jika tidak mendapatkan penanganan, yang akan berdampak pada kesehatan mental ibu dan kesejahteraan bayinya. Penelitian yang dilakukan di Kota Palu menemukan 60% ibu mengalami postpartum blues, masyarakat umumnya tidak mengetahui penyakit ini sehingga tidak terdiagnosa dan tidak tertangani dengan baik. Studi ini berusaha untuk memastikan bagaimana usia, paritas, pekerjaan ibu, dukungan suami dan tenaga kesehatan hubungan dengan postpartum blues di RSUD Anutapura. Jenis studi ini menggunakan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi yaitu ibu nifas di RSUD Anutapura, total sampel sebanyak 84 dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square, diperoleh nilai p-values dukungan suami =0,001 dan dukungan tenaga kesehatan =0,012 berasosiasi dengan kejadian postpartum blues. Diharapkan para praktisi kesehatan dapat mengedukasi para ibu dengan lebih kreatif dan inovatif mengenai kondisi postpartum blues dan pentingnya dukungan suami dalam memenuhi kebutuhan psikologis para ibu.
Copyrights © 2026