elvaria mantao
Universitas Tadulako

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Literasi Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di SMA Negeri 5 Palu Farha Zulfiah; Sitti Radhiah; Vidyanto; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV menjadi penyebab kematian kedua terbesar di seluruh dunia. Di Sulawesi Tengah tercatat 3.150 orang terinfeksi dan 571 meninggal, serta 631 kasus baru pada tahun yang sama. Perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja sangat penting untuk mengurangi penyebaran virus. Penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan yang baik lebih cenderung melakukan pencegahan, seperti mengikuti tes HIV. Di Kota Palu, Puskesmas Talise mencatat jumlah kasus HIV tertinggi, yaitu 87 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMAN 5 Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi penelitian adalah remaja siswi SMAN 5 palu berjumlah 622 orang, dengan teknik proportional stratified random sampling diperoleh sampel sebanyak 243 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan pengetahuan (p value 0,000), sikap (p-value 0,000), dan literasi kesehatan (p-value 0,000), dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMA 5 Palu. kepada sekolah sebaiknya bekerja sama dengan petugas kesehatan dan organisasi terkait untuk memberikan penyuluhan yang efektif, sehingga remaja mendapatkan pengetahuan dan sikap yang tepat untuk mencegah HIV/AIDS.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Paparan Media terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Sukma Ramdhayani; Sitti Radhiah; Dilla Srikandi Syahadat; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Kementerian Kesehatan (2022) juga melaporkan bahwa berdasarkan GLOBOCAN 2020, jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus (16,6% dari total kasus baru kanker), dengan angka kematian lebih dari 22 ribu jiwa. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan upaya deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan paparan media terhadap perilaku SADARI pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 515 populasi mahasiswa, dengan sampel sebanyak 224 mahasiswa dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan paparan media (p = 0,001) terhadap perilaku SADARI. Diperlukan peningkatan edukasi dan pemanfaatan media informasi yang tepat untuk mendorong perilaku deteksi dini kanker payudara, terutama pada perempuan usia muda dan perlunya penguatan edukasi terkait SADARI di lingkungan akademik serta pemanfaatan media informasi secara optimal guna meningkatkan praktik SADARI di kalangan mahasiswa.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Postpartum Blues di RSUD Anutapura Magfira; Sitti Radhiah; Muhammad Jusman Rau; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah melahirkan, banyak ibu mengalamai perasaan sedih dan keawalahan yang dikenal dengan istilah baby blues atau postpartum blues. Penyakit ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum yang lebih parah jika tidak mendapatkan penanganan, yang akan berdampak pada kesehatan mental ibu dan kesejahteraan bayinya. Penelitian yang dilakukan di Kota Palu menemukan 60% ibu mengalami postpartum blues, masyarakat umumnya tidak mengetahui penyakit ini sehingga tidak terdiagnosa dan tidak tertangani dengan baik. Studi ini berusaha untuk memastikan bagaimana usia, paritas, pekerjaan ibu, dukungan suami dan tenaga kesehatan hubungan dengan postpartum blues di RSUD Anutapura. Jenis studi ini menggunakan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi yaitu ibu nifas di RSUD Anutapura, total sampel sebanyak 84 dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square, diperoleh nilai p-values dukungan suami =0,001 dan dukungan tenaga kesehatan =0,012 berasosiasi dengan kejadian postpartum blues. Diharapkan para praktisi kesehatan dapat mengedukasi para ibu dengan lebih kreatif dan inovatif mengenai kondisi postpartum blues dan pentingnya dukungan suami dalam memenuhi kebutuhan psikologis para ibu.