Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ekoteologi sebagai landasan filosofis dalam memahami isu gender dan feminisme di era modern, serta membangun kerangka konseptual holistik yang mengintegrasikan nilai religius, etika ekologis, dan prinsip kesetaraan gender. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur terstruktur: identifikasi literatur melalui database nasional dan internasional, seleksi artikel berdasarkan relevansi, kualitas, dan kebaruan (2015–2025), serta analisis tematik untuk memetakan hubungan antara ekoteologi, ekofeminisme, dan manajemen sosial. Hasil kajian menunjukkan tiga dimensi integratif: etis-filosofis (tanggung jawab moral dan keadilan ekologis), sosial-manajerial (tata kelola inklusif dan partisipatif yang memperkuat peran perempuan), dan ekologis (pengelolaan sumber daya berkelanjutan dan proteksi kelompok rentan). Ketiga dimensi ini bersinergi untuk membentuk kerangka konseptual yang memungkinkan ekoteologi menjadi lensa simultan dalam menilai isu gender, pemberdayaan perempuan, dan keberlanjutan ekologis secara terpadu. Temuan penelitian memiliki implikasi praktis: kerangka ini dapat digunakan sebagai panduan pengembangan kebijakan pendidikan, manajemen organisasi, dan program konservasi lingkungan yang inklusif, responsif gender, dan berkelanjutan. Studi ini juga memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas literatur ekoteologi dan ekofeminisme melalui integrasi perspektif manajerial dan aplikatif, sekaligus membuka ruang untuk penelitian empiris lanjutan.
Copyrights © 2026