ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimanakah implementasi minat berwirausaha bagi peternak babi di kecamatan kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah 20 peternak babi yang dipilih secara purposive dari delapan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat berwirausaha peternak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kebutuhan ekonomi, permintaan pasar yang stabil, kebiasaan turun-temurun, pengalaman pribadi, dan dukungan lingkungan sosial. Kendala utama yang dihadapi peternak meliputi fluktuasi harga pakan, penyakit ternak, kondisi kandang yang tidak ideal, dan ketidakstabilan harga jual. Sumber modal yang digunakan mayoritas berasal dari tabungan pribadi, bantuan keluarga, kerja sama, hingga pinjaman informal. Selain itu, sebagian besar peternak belum mendapat pelatihan resmi, namun menunjukkan antusiasme terhadap program pendampingan dari pemerintah. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan pelatihan dan akses permodalan untuk meningkatkan minat dan kemampuan berwirausaha di sektor peternakan babi. Kata Kunci: Minat berwirausaha, peternak babi. ABSTRACT The purpose of this study was to determine how the implementation of entrepreneurial interest for pig farmers in Kumelembuai District, South Minahasa Regency. The approach used was descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The informants in this study were 20 pig farmers who were selected purposively from eight villages. The results of the study showed that the entrepreneurial interest of farmers was influenced by several factors, namely economic needs, stable market demand, hereditary habits, personal experience, and social environmental support. The main obstacles faced by farmers include fluctuations in feed prices, livestock diseases, non-ideal pen conditions, and instability of selling prices. The sources of capital used mostly came from personal savings, family assistance, cooperation, and informal loans. In addition, most farmers have not received formal training, but show enthusiasm for government mentoring programs. These findings emphasize the importance of training support and access to capital to increase entrepreneurial interest and ability in the pig farming sector. Keywords: Entrepreneurial interest, pig farmers.
Copyrights © 2025