Berbagai studi menunjukkan bahwa 40-62% penggunaan antibiotik di Indonesia tidak tepat sehingga menimbulkan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang) antibiotik yang berdampak terhadap sikap dan perilaku masyarakat. Berdasarkan hasil pra-survei yang dilakukan peneliti, masyarakat Kelurahan Parung Subang menunjukkan perilaku penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi DAGUSIBU terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait antibiotika di Kelurahan Parung Subang. Metode penelitian ini menggunakan metode quasy experimental design dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 88 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner pre-test dan post-test serta leaflet sebagai media untuk melakukan edukasi. Hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan t paired sample test. Tingkat pengetahuan meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori kurang (64,77%) menjadi kategori baik (60,23%). Adapun perilaku meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori baik (95,45%) menjadi kategori sangat baik (100,00%). Dari hasil uji statistik diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar (0,00) < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan media leaflet memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik diKelurahan Parung Subang.
Copyrights © 2024