Aman Budi Santoso
Universitas YPIB Majalengka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAGUSIBU OBAT PADA KELUARGADI DESA KRAMATMULYA KABUPATEN KUNINGAN Aman Budi Santoso; Rizki Rahmah Fauzia; Alvina Iza Fauziah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/sdcbdt76

Abstract

DAGUSIBU obat usaha untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai signifikansi dalam memahami penggunaan obat secara bijaksana tujuannya untuk menyokong wawasan dan pemahaman diri masyarakat mengenai pentingnya pemakaian obat yang rasional. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk memahami tingkat pengetahuan tentang DAGUSIBU obat sebelum dan setelah diberikan informasi dengan media poster. Kedua, untuk menilai dampak dari penyampain informasi dengan menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terkait obat DAGUSIBU dalam keluarga di Desa Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Cara pengambilan sampel yang digunakan yakni Purposive sampling yang diterapkan terhadap 84 responden masyarakat di Desa Kramatmulya Kabupaten Kuningan, serta alat penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang dilakukan dengan Uji statistik Chi Square. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat setelah pemberian poster obat DAGUSIBU dari 53,09% (pengetahuan cukup) menjadi 76,96% (pengetahuan baik). Berdasarkan hasil analisis data Uji T (Paired Sample Test) menunjukkan sig (0,00>0,05) sehingga terdapat perbedaan penegtahuan antara sebelum dan sesudah menggunakan media poster. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian poster terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terhadap DAGUSIBU di Desa Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. 
PENGARUH EDUKASI DAGUSIBU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERKAIT ANTIBIOTIKA DI KELURAHAN PARUNG SUBANG Ahmad Azrul Zuniarto; Aman Budi Santoso; Deby Sri Virgianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/mdaf3x47

Abstract

Berbagai studi menunjukkan bahwa 40-62% penggunaan antibiotik di Indonesia tidak tepat sehingga menimbulkan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang) antibiotik yang berdampak terhadap sikap dan perilaku masyarakat. Berdasarkan hasil pra-survei yang dilakukan peneliti, masyarakat Kelurahan Parung Subang menunjukkan perilaku penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi DAGUSIBU terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait antibiotika di Kelurahan Parung Subang. Metode penelitian ini menggunakan metode quasy experimental design dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 88 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner pre-test dan post-test serta leaflet sebagai media untuk melakukan edukasi. Hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan t paired sample test. Tingkat pengetahuan meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori kurang (64,77%) menjadi kategori baik (60,23%). Adapun perilaku meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori baik (95,45%) menjadi kategori sangat baik (100,00%). Dari hasil uji statistik diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar (0,00) < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan media leaflet memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik diKelurahan Parung Subang. 
PENGARUH KOPI ROBUSTA DAN ARABIKA TERHADAP KENAIKAN TEKANAN DARAH Dhea Novakinanda Regar; Nadira Alvi Syahrina; Fitri Nurul Ramadhani; Ahmad Azrul Zuniarto; Aman Budi Santoso; Siti Pandanwangi; Dede Willy
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/7q5www60

Abstract

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi dan mengandung kafein, yang dapat memengaruhi tekanan darah. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf simpatik, meningkatkan denyut jantung, dan menyebabkan vasokonstriksi sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Jenis kopi yang umum dikonsumsi adalah robusta dan arabika, yang memiliki kadar kafein berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi robusta dan arabika terhadap kenaikan tekanan darah, serta melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh konsumsiopi Robusta dan Arabika berdasarkan jenis kopi dan dosis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan teknik purposive sampling, partisipan berjumlah 24 orang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Masing-masing mengonsumsi kopi robusta atau arabika dengan dosis 10 gram dan 15 gram per 200 mL air. Setiap partisipan menjalani proses pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan 30 menit setelah konsumsi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara keseluruhan memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan tekanan darah (p < 0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara jenis kopi robusta dan arabika (p > 0,05). Sebaliknya, perbedaan dosis memberikan pengaruh yang signifikan, di mana konsumsi 15 gram menghasilkan peningkatan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan 10 gram (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dosis kopi lebih memengaruhi tekanan darah dibandingkan jenis kopi. Oleh karena itu, pengaturan dosis konsumsi kopi perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan sensitivitas terhadap kafein.