Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Daun kelor dikenal sebagai tumbuhan yang kaya akan manfaat seperti antioksidan, antikanker, anti-inflamasi, antidiabetes, dan agen antimikroba. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam suatu tanaman sehingga tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah skrining fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kloroform daun kelor. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi daun kelor pada penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan pelarut kloroform dengan perbandingan 1:5 (b/v). Senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak kloroform daun kelor dianalisis secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 untuk uji fenolik, uji taubeck untuk flavonoid, pereaksi dragendorf dan mayer untuk uji alkaloid, uji busa untuk alkaloid, dan pereaksi FeCl3 1% untuk uji tanin. Uji fenolik menghasilkan larutan hitam pekat, uji flavonoid menghasilkan floresensi kuning, uji alkaloid tidak menghasilkan endapan, uji saponin tidak terbentuk busa stabil, dan uji tannin menghasilkan warna hijau kehitaman. Berdasarkan hasil skrining fitokimia tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kloroform daun kelor positif mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tanin.
Copyrights © 2024