Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan terapi farmakologis kompleks sehingga berisiko menimbulkan masalah terkait obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan obat pada pasien GGK rawat inap di RSUD Cilacap tahun 2024. Penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif dilakukan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Dari 124 kasus, sebanyak 95 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah perempuan (56,84%) dengan usia terbanyak 56–65 tahun (30,53%). Sebagian besar berpendidikan rendah dan bekerja sebagai petani (36,84%) serta nelayan (21,05%). Lama rawat inap terbanyak 16–20 hari (44,21%). Profil penggunaan antihipertensi didominasi diuretik furosemid (31,57%), diikuti ARB candesartan (26,31%), CCB amlodipine (21,05%), clonidine (13,68%), dan bisoprolol (5,26%). Evaluasi ketepatan penggunaan obat menunjukkan 100% tepat pasien, indikasi, diagnosis, obat, dosis, dan cara pemberian. Namun, terdapat hubungan signifikan pada ketepatan interval pemberian obat (p=0,005). Secara umum, penggunaan obat telah sesuai pedoman terapi GGK, meskipun pemantauan interval dosis tetap diperlukan untuk mengoptimalkan luaran klinis dan keselamatan pasien.
Copyrights © 2026