Tradisi lisan Bedandeng merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Suku Kutai di Kalimantan Timur yang memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. Namun, dalam praktik pembelajaran, sastra lisan lokal masih jarang dimanfaatkan secara optimal sebagai materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tradisi lisan Bedandeng sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menelaah bentuk puisi lama dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan penutur Bedandeng serta dokumentasi tuturan tradisi lisan yang masih berkembang di masyarakat Suku Kutai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bedandeng memiliki karakteristik struktural yang sesuai dengan bentuk puisi lama, khususnya syair, yang ditandai oleh keteraturan bait, larik, dan rima. Selain itu, tuturan Bedandeng mengandung nilai-nilai budaya yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi lisan Bedandeng dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan bermakna, serta berkontribusi dalam penguatan literasi budaya dan pendidikan karakter peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026