Di era kemajuan teknologi yang pesat, individu dituntut untuk memiliki kemampuan inovatif dan kreatif guna meningkatkan kesuksesan organisasi. Namun, tekanan kerja yang tinggi sering kali menghambat kreativitas jika tidak dikelola secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen stres dan kecerdasan emosional terhadap kreativitas karyawan fotografi pernikahan di Padang melalui perspektif neurosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode gabungan (mixed-methods) antara kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 120 responden yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Data dianalisis menggunakan uji regresi melalui perangkat lunak SPSS dan studi literatur berbasis neurosains. Temuan menunjukkan bahwa manajemen stres (r=0,584) dan kecerdasan emosional (r=0,647) memiliki pengaruh simultan yang positif dan signifikan terhadap kreativitas, yang berkontribusi sebesar 53,8% terhadap variasi tersebut. Dari perspektif neurosains, manajemen stres menstabilkan kadar kortisol untuk memastikan prefrontal cortex berfungsi secara optimal, sementara kecerdasan emosional meregulasi amigdala untuk memfasilitasi kondisi flow. Keseimbangan kondisi psikologis dan neurobiologis menentukan kapasitas kreatif karyawan di bawah tekanan. Organisasi didorong untuk memprioritaskan pelatihan regulasi emosi dan teknik coping stres bagi karyawan guna menjaga fleksibilitas kognitif dan produktivitas ide visual.
Copyrights © 2026