Latar belakang: Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, dan Inspektorat Jenderal menunjukkan bahwa rumah KPR bersubsidi di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi standar laik fungsi, baik dari aspek kualitas konstruksi, prasarana, sarana, utilitas umum (PSU), maupun administrasi. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam penyediaan perumahan bersubsidi, khususnya terkait kualitas bangunan dan fasilitas pendukung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan konstruksi rumah subsidi di Kota Medan serta menilai kesesuaian antara kualitas konstruksi bangunan dengan harapan penghuni. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan strategi eksploratoris sekuensial. Populasi penelitian berjumlah 164 unit rumah subsidi yang tersebar di tiga lokasi dan dikerjakan oleh tiga pengembang, dengan sampel sebanyak 16 unit rumah (10% dari populasi). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis komparatif, analisis kuantitatif inferensial, serta uji kelayakan konstruksi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa perumahan masih mengalami permasalahan lingkungan seperti banjir, serta ditemukan ketidaksesuaian pada sejumlah komponen struktural dan non-struktural bangunan dengan standar rumah subsidi. Tingkat kesesuaian antara kualitas konstruksi dengan harapan penghuni juga masih tergolong rendah. Kesimpulan: Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan dan kualitas pelaksanaan konstruksi agar rumah subsidi dapat memenuhi standar kelayakan bangunan dan meningkatkan kepuasan penghuni.
Copyrights © 2026