Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Kelayakan Konstruksi Bangunan terhadap Perumahan Bersubsidi (Studi Kasus Perumahan Subsidi di Kota Medan) Andre Immanuel Berutu, Chris; Cynthia Raphita Hasibuan, Gina; Ridwan Anas, M.; Bakara, Ricky
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i3.64003

Abstract

Latar belakang: Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, dan Inspektorat Jenderal menunjukkan bahwa rumah KPR bersubsidi di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi standar laik fungsi, baik dari aspek kualitas konstruksi, prasarana, sarana, utilitas umum (PSU), maupun administrasi. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam penyediaan perumahan bersubsidi, khususnya terkait kualitas bangunan dan fasilitas pendukung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan konstruksi rumah subsidi di Kota Medan serta menilai kesesuaian antara kualitas konstruksi bangunan dengan harapan penghuni. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan strategi eksploratoris sekuensial. Populasi penelitian berjumlah 164 unit rumah subsidi yang tersebar di tiga lokasi dan dikerjakan oleh tiga pengembang, dengan sampel sebanyak 16 unit rumah (10% dari populasi). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis komparatif, analisis kuantitatif inferensial, serta uji kelayakan konstruksi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa perumahan masih mengalami permasalahan lingkungan seperti banjir, serta ditemukan ketidaksesuaian pada sejumlah komponen struktural dan non-struktural bangunan dengan standar rumah subsidi. Tingkat kesesuaian antara kualitas konstruksi dengan harapan penghuni juga masih tergolong rendah. Kesimpulan: Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan dan kualitas pelaksanaan konstruksi agar rumah subsidi dapat memenuhi standar kelayakan bangunan dan meningkatkan kepuasan penghuni.
Komparasi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus Diesel dengan Bus Listrik (Studi Kasus : Koridor Lapangan Merdeka-Tembung) Al-Aziz, Thariq; Ridwan Anas, M.; Cynthia R. Hasibuan, Gina
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64194

Abstract

Perbandingan biaya operasional antara bus diesel dan bus listrik dalam sistem transportasi umum perkotaan menjadi penting untuk evaluasi keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Koridor 5 BRT Medan, yang menghubungkan Lapangan Merdeka–Tembung, merupakan lokasi yang relevan untuk menilai biaya operasional kedua jenis bus ini. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pengurangan emisi karbon, bus listrik semakin dilirik sebagai alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya operasional antara bus diesel dan bus listrik dalam sistem transportasi umum perkotaan, dengan fokus pada komponen biaya yang berbeda, serta menganalisis konsumsi baterai bus listrik menggunakan pemodelan regresi polinomial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perhitungan biaya operasional bus diesel menggunakan pedoman Pd-T-15-2005-B dari Kementerian Pekerjaan Umum, sementara biaya operasional bus listrik dihitung melalui pendekatan yang lebih langsung. Data primer yang digunakan meliputi survei kecepatan kendaraan, penggunaan baterai, serta kondisi jalan yang diukur dengan aplikasi Roadroid untuk nilai International Roughness Index (IRI). Selain itu, data sekunder mencakup harga energi, suku cadang, dan spesifikasi teknis kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya energi pada bus listrik lebih rendah dibandingkan dengan bus diesel pada kecepatan operasional rata-rata 15 km/jam. Biaya operasional bus listrik terdiri dari biaya konsumsi listrik, suku cadang, tenaga pemeliharaan, serta biaya penggantian baterai, sementara bus diesel didominasi oleh biaya bahan bakar. Bus listrik memiliki biaya operasional yang lebih efisien terkait konsumsi energi, meskipun biaya penggantian baterai menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Pemodelan konsumsi baterai menunjukkan hubungan signifikan antara variabel operasional dengan tingkat penggunaan baterai.