Abstract: This study is important for understanding how School Well-Being in Islamic boarding schools (pesantren), which has been underexplored, can influence santri resilience in facing academic, social, and spiritual challenges within a structured pesantren environment. The study aims to analyze the impact of School Well-Being on santri resilience in pesantren. A quantitative approach with a correlational survey design was used. The study sample consisted of 416 senior high school-level santri selected using multistage cluster random sampling. The instruments used were the School Well-Being Scale based on the Konu and Rimpelä model, and the Resilience Scale based on Reivich and Shatté's theory. Both instruments demonstrated validity and reliability, with Cronbach's Alpha of 0.857 for the School Well-Being Scale and 0.790 for the Resilience Scale. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that School Well-Being positively and significantly affects santri resilience (β = 0.215; p < 0.001). These findings suggest that an emotionally, socially, and spiritually supportive pesantren environment contributes to strengthening the psychological resilience of santri. This study highlights the importance of developing an education ecosystem focused on well-being as a strategy to enhance santri resilience.Abstrak: Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana School Well-Being di pesantren, yang masih belum banyak diteliti, dapat mempengaruhi resiliensi santri dalam menghadapi tantangan akademik, sosial, dan spiritual di lingkungan pesantren yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh School Well-Being terhadap resiliensi santri di pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian berjumlah 416 santri tingkat SMA yang dipilih melalui teknik multistage cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala School Well-Being berdasarkan model Konu dan Rimpelä serta Skala Resiliensi berdasarkan teori Reivich dan Shatté. Kedua instrumen ini memiliki validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha 0,857 untuk Skala School Well-Being dan 0,790 untuk Skala resiliensi. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa School Well-Being berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi santri (β = 0,215; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan pesantren yang mendukung secara emosional, sosial, dan spiritual berkontribusi dalam memperkuat ketahanan psikologis santri. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kesejahteraan sebagai strategi dalam meningkatkan resiliensi santri.
Copyrights © 2026