Pendahuluan, Perineum menutupi pintu atas panggul antara vulva dan anus. Otot pereneum, fasciaurogenitalis, dan diafragma panggul. Robekan perineum terjadi saat bayi dilahirkan secara spontan atau dengan alat bantu. Jika kepala janin dilahirkan terlalu cepat, robekan perineum garis tengah dapat berkembang menjadi parah. Robekan perineum dan atonia uteri terjadi pada sebagian besar primipara. Robekan serviks atau vagina menyebabkan perdarahan postpartum yang berkontraksi dengan baik.Tujuan penelitan ini untuk mengetahui hubungan meneran yang baik dengan kejadia Ruptur Perenium dalam persalinan Kala II. Metode, Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lembang pada bulan Januari sampai dengan Februari 2026. Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu bersalin di Puskesmas Lembang. Tehnik penentuan sampel (Consecutive sampling) Sampel adalah subyek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode consecutive 21 sampling. Hasil, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Cara Meneran Dengan Kejadian Ruptur Perineum di Persalinan Kala II didapatkan p = 0,000 < α = 0,05. Simpulan, ada hubungan antara meneran yang baik dengan kejadian ruptur perenium dalam persalinan kala II
Copyrights © 2026