Kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun belum sepenuhnya berkembang. Hal ini terlihat dari sebagian anak mengalami kesulitan untuk mengkoordinasikan mata dan tangan dalam menyelesaikan kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Melalui media busy book dapat memberikan pembelajaran yang menarik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui media busy book pada anak kelompok. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis and MC Taggart. Alur penelitian yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek Penelitian merupakan anak kelompok A di RA Nurul Ansor yang berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan gerafik persentase melalui analisis statistik deskriptif jenis distribusi frekuensi. Hasil Penelitian terlihat adanya peningkatan kemampuan motorik halus melalui media busy book, pada pra siklus berada pada 14% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Setelah adanya tindakan pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 20% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 70% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 30% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 0% untuk kategori Mulai Berkembang (MB). The fine motor skills of children aged 4–5 years have not yet developed optimally. This can be observed in children’s difficulty in coordinating hand–eye movements when completing learning tasks assigned by the teacher. The use of busy book media can provide engaging and interactive learning experiences for children. Therefore, this study aims to improve the fine motor skills of children through the use of busy book media. This study employed a Classroom Action Research (CAR) method, utilizing the Kemmis and McTaggart model, which comprises the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 10 children in Group A at RA Nurul Ansor. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques in the form of frequency distributions, presented through tables and percentage graphs. The results showed an improvement in children’s fine motor skills through the use of busy book media. In the pre-cycle stage, 14% of children reached the Developing as Expected (BSH) category. After the implementation of Cycle I, there was an increase to 20% in the same category. In Cycle II, a significant improvement was observed, with 70% of children reaching the Developing Very Well (BSB) category, 30% in the Developing as Expected (BSH) category, and no children remaining in the Starting to Develop (MB) category.
Copyrights © 2026