Tersedak merupakan keadaan gawat darurat yang sering terjadi pada anak-anak dan dapat mengakibatkan konsekuensi fatal akibat obstruksi saluran napas, sementara pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertolongan pertama yang tepat masih sangat terbatas. Berdasarkan observasi awal di Desa Reuleut Timur, ditemukan bahwa mayoritas orang tua dan pengasuh masih mengandalkan cara-cara tradisional yang tidak efektif dan berpotensi membahayakan ketika menghadapi kasus tersedak pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis masyarakat dalam menerapkan teknik pertolongan pertama tersedak yang aman dan efektif, mencakup manuver Back Blow, Heimlich, serta penggunaan Choking Rescue Device. Metode pelaksanaan berupa pelatihan partisipatif satu hari yang meliputi sesi edukasi interaktif menggunakan media visual, demonstrasi langsung oleh fasilitator terlatih, dan pelatihan hands-on menggunakan manekin bayi dan anak. Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata yang meningkat dari 43% menjadi 85% sehingga terjasi peningkatan 42 %. Peserta mampu mendemonstrasikan teknik pertolongan dengan benar dalam sesi praktik. Pembahasan hasil mengindikasikan bahwa pendekatan pelatihan komprehensif yang menggabungkan teori, demonstrasi, dan simulasi langsung terbukti efektif dalam menanamkan keterampilan pertolongan pertama yang kritis ini. Simpulan dari kegiatan ini adalah program pelatihan yang terstruktur berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menangani keadaan darurat tersedak pada anak. Untuk keberlanjutan program dibentuknya kader di tingkat komunitas dan diadakan pelatihan penyegaran secara berkala, sekaligus mereplikasi kegiatan serupa di daerah lain dengan adaptasi konteks lokal untuk memaksimalkan dampak pencegahan morbiditas dan mortalitas anak akibat tersedak.
Copyrights © 2026