p-Index From 2021 - 2026
14.375
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TOMALEBBI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Al-Mizan (e-Journal) Jurnal Dakwah Tabligh Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Adabiyah Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Jurnal Berita Sosial JICSA Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Al-'Adl SEIKO : Journal of Management & Business Jurnal Hukum Ekonomi Syariah BILANCIA Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Al-Maslahah Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Jurnal Al-Dustur Journal of Islam and Science Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Journal of Social Science Journal De Facto Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum International Journal of Social Science JURNAL KEISLAMAN Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Ar-Ribh Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Iqtisaduna Pappasang Hunafa: Jurnal Studia Islamika Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Pengabdian Mandiri Indonesian Journal of Shariah and Justice Jurnal Indonesia Sosial Sains DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Indonesian Journal Of Economy Studies Ethics and Law Journal: Business and Notary Socius: Social Sciences Research Journal Al-Bayyinah Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Contemporary Local Politics Law Journal Media Hukum Indonesia (MHI) JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah Journal Serambi Engineering (JSE) Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional International Journal of Education, Vocational and Social Science Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Journal of Strafvordering Indonesian Mala'bi: Jurnal Manajemen Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PROSES IJAB QOBUL DI KALANGAN DARUL ISTIQAMAH KABUPATEN SINJAI Syamsu Alam; Misbahuddin Misbahuddin; Hasyim Aidid; Eril Eril
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 4 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.858 KB) | DOI: 10.31604/justitia.v9i4.2052-2065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ijab qabul dalam pernikahan dikalangan Darul Istiqamah Kabupaten Sinjai, pandangan Darul Istiqamah tentang Ijab qabul dan pandangan hukum Islam terhadap Ijab Qabul dikalangan Darul Istiqamah di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini adalah menelaah dan meneliti pelaksanaan Ijab dalam pernikahan dikalangan Darul Istiqamah Kabupaten Sinjai. Tulisan ini bersifat diskriktif deskriktif yakni menguraikan sumber yang di peroleh kemudian dianalisis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan. Pendekatan normatif Teologis yaitu mengulas dan mengalisis data berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dilapangan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang digariskan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Pendekatan sosiologis dimaksudkan mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, perilaku sosial manuasia dengan mengamati kelompok. Pendekatan antropologi dimaksudkan menjelaskan pandangan hidup manusia dikalangan Darul Istiqamah. Metode Analisis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode diskriktif kualitatif yang memberikan gambaran tentang alur logika analisis data sekaligus memberikan masukan terhadap tehnik analisis data kualitatif yang digunakan. Setelah itu dilakukan komparasi yakni  menganalisa data yang beragam dan kemudian menganlisa  satu dengan yang lainnya, sehingga dapat mengetahui unsur unsur yang relevan dan yang tidak relevan antara hukum Islam dengan pelaksanaan Ijab qobul dikalangan Darul Istiqamah guna menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa pelaksanaan ijab qobul dikalangan Darul Istiqamah dilakukan dengan melafazkan Ijab dari perwalian perempuan tampa adanya qabul dari pihak laki-laki. Anggapan kalangan Darul Istiqamah terhadap Ijab qobul adalah wajib, namun pemahaman mereka terhadap Ijab qobul cukup dengan ijab  tampa diakhiri dengan qabul, karena ijab qabul adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, maka meskipun tidak dilafazkan  ucapan qabul dianggap telah menyertainya.
AKTUALISASI DAKWAH DI ERA GLOBALISASI (DALAM MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM) Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v17i1.6072

Abstract

Tulisan ini mengenai Aktualisasi Dakwah Di Era Globalisasi Dalam Menegakkan Syariat Islam. Globalisasi komunikasi dan informasi membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi masyarakat dunia termasuk umat Islam. Sebagai suatu kondisi yang sebenarnya juga merupakan hasil kreasi manusia, globalisasi membawa banyak kemudahan hidup tapi juga menyisakan tidak sedikit kegetiran hidup. Setidaknya ada tiga respon umat Islam terhadap globalisasi. Pertama, menolak sepenuhnya, lalu membangun komunitas eksklusif sendiri. Kedua, menerima tanpa selektifitas yang memadai. Ketiga, menapis, memilah dan memilih pengaruh globalisasi yang positif.Menghadapi tantangan yang demikian berat ini, kerja dakwah jelas dan harus terus dikembangkan dan dimodifikasi. Umat Islam harus terus mengupayakan agar infromasi mengenai agama Islam bisa diakses oleh sebanyak mungkin masyarakat. Hal ini bisa dengan syarat umat Islam dapat menguasai dan mengembangkan informasi yang efektif. Kalau tidak, dakwah hanya tinggal sekedar rutinitas religius yang stagnan. Kemasan pesan, metode dakwah yang variatif, pengelolaan data obyek dakwah yang akurat, sinergi positif semua pekerja dakwah harus dinyatakan dalam bentuk aksi yang terkoordinir, terpadu dan sistematis. Tidak sekedar retorika yang utopis. Sebagai sebuah panggilan agama, dakwah juga harus terus ditafsirkan secara lebih terbuka. Prinsip ajakan kepada kebaikan dalam persfektif agama menjadi titik berangkatnya. Ini penting agar dakwah bisa lebih meluas. Tidak hanya dalam lingkup perbincangan agama dalam maknanya yang sempit.Kesadaran akan posisi umat Islam di tengah globalisasi kini, diharapkan bisa mendorong umat Islam untuk terus berbenah diri. Kesadaran itu bisa dipacu lewat kerja dakwah yang intensif dan komprehensif. Harapan dari adanya aktualisasi dakwah yang terus dikembangkan ialah terciptanya masyarakat islami. Masyarakat yang mempunyai kesadaran keagamaan (religious consciousness) yang mantap. Kesadaran keagamaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk merajut kembali komitmen keilahian, kemanusiaan dan keumatan, serta membangun kembali fondasi moralitas yang semakin pudar. Dengan demikian, khaira ummat, ummatan wasathan, umat yang bisa menjadi saksi kebaikan-kebaikan, bisa direalisasikan. Insya Allah.
Fleksibilitas Penerapan Syariah Islam Misbahuddin Misbahuddin
AL-Fikr Vol 14 No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article addresses the flexibility of shariah in human life. This is based on the assumption that Shariah cannot offer solution toward human affairs. It is also to counter argument that shariah is merely fit to prophethood situation. Consequently, shariah was believed as monotonovs and exlusive.  This also leads to assume that Islam has no ability to solve Islamic affairs in the current context. In other words, Shariah is irrelevant in dealing with time and situation. Based on qualitative methodology, the author shows a number of elements on shariah which prove the ability of Shariah to solve human life affairs. The author, in this sense, lists qiyas, istihsan, and istislah as the means of generating product of Islamic law. In short, this article discusses shariah from different perpective focusing on Islamic jurisprudence. The author eventually come to conclude that there are many dimensions of shariah which illustrate that shariah can deal with the time as well as situation  
Komunitas Islam di Prancis Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of moslem in France became important on modern era with North Africa colonization started in 1830. Hucksters who were so called turco arrived from Algeria after the year 1850. After this century, immigrant from Algerian and Maroko arrived in France to work at Marseilles shipyard, France Metro construction, and North France mining. France is a pluralistic state as other states in the world since there are several religions in it. The majority of its residents are Catholic while parts of them are Protestant. This pluralistic condition in turn becomes a concerned problem in France. Despite of this problem, Islam becomes the second biggest religion after Christian.
The Existence of Makka Keke’s Belief System in Gantarang, Selayar Hasaruddin Hasaruddin; Misbahuddin Misbahuddin
JICSA : Journal of Islamic Civilization in Southeast Asian Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jicsa.v5i2a2

Abstract

The impurity of Islam understood by most Indonesian Muslims at the beginning of dissemination constitutes to a form of adaptation through assimilation between Islam and local tradition that animism  and dynamism are found,  so that the Indonesian Muslims show things that are contrary with principles of Islam, especially those are related to the principles of Islamic’s theology that rejects all forms of musyrik and khurafat. The sinkretisme happens and experiences over all archipelago in general and continues to be-so, at least before some Islamic reform movement is present as neutralizing the situation. The existences of Islamic reform movements are not able to eliminate the ongoing process of acculturation. There is no much efforts provided considering that all movements in colonial period are limited. It is only at the time of Indonesia's independence that is all movements by reformist and traditional ulama are in move to act the upheaval including those take place in Selayar with Makka Keke’s belief system in the village of Gantarang.
Analisis Hukum Islam terhadap Cashback di Tokopedia Nurfyana Narmia Sari; Misbahuddin Misbahuddin; Asfira Yuniar; Ibtisam Ibtisam
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 5, No 02 (2021): JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (DESEMBER 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v5i02.5682

Abstract

Cashback merupakan penawaran bagi costumer berupa poin digital atau uang digital yang akan diberikan kepada costumer jika telah membeli sebuah barang dari penjual dengan kesepakatan bersama. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan pendekatan fiqih. Penelitian tersrebut bertujian untuk menghindari suatu transaksi yang bertentangan dengan hukum Islam. Cashback merupakan tipuan marketing dengan tujuan menarik pelanggan, cashback termasuk dalam khiyaar ghabn. Fungsi khiyar dalam hukum islam ialah jika seseorang melakukan jual beli dapat memikirikan dampak yang ditimbulkan kedepannya supaya tidak ada penyesalan dikemudian hari. Khiyaar ghabn diperbolehkan oleh ulama Hanafiyah jika tipuannya (ghabn) mengandung bujukan (taghrir). Jadi, cashback dibolehkan karena sebuah tipuan untuk membujuk pelanggan di tokopedia. pelanggan di tokopedia. Dinyatakan dalam al-Ikhtiyarat, Boleh membuat kesepakatan potongan pembayaran cicilan yang dan ini merupakan pendapat Imam Ahmad dalam satu riwayat dan satu keterangan dari Imam as-Syafi’i. Alasan Ibnul Qoyim yang membolehkan hal tersebut, karena kesepakatan ini kebalikan dari riba. Dalam transaksi riba, waktu pelunasannya ditambah dan nilai utang dinaikkan.Ulama yang mengharamkan kesepakatan ini, meng-qiyas-kan kesepakatan ini dengan riba. Padahal sangat jelas perbedaan antara orang mengatakan, “Lunasi sekarang atau ditunda dan ada ribanya.” dengan orang mengatakan, “Lunasi segera, nanti saya kasih potongan 100rb.” Bagaimana ini bisa disamakan. Sehingga tidak ada dalil yang menunjukkan haramnya, tidak pula ijma’, maupun qiyas yang shahih. Cashback dibolehkan karena tidak mengandung riba dan termasuk dalam khiyar gabhn.Kata Kunci: Cashback; Hukum Cashback; Pelanggan.Analisys of Islamic Law on Cashback TokopediaAbstractCashback is a marketing ploy with the aim of attracting customers, cashback is included in khiyaar ghabn. The function of khiyar in Islamic law is that if someone makes a sale and purchase, they can think about the impact it will have in the future so that there will be no regrets in the future. Khiyaar ghabn is allowed by Hanafiyah scholars if the trick (ghabn) contains persuasion (taghrir). So, cashback is allowed because it is a trick to persuade customers on Tokopedia. customers at Tokopedia. It is stated in al-Ikhtiyarat, it is permissible to make an agreement on installment payments which is the opinion of Imam Ahmad in a history and a statement from Imam as-Shafi'i. The reason why Ibnul Qoyim allowed this was because this agreement was the opposite of usury. In usury transactions, the repayment time is increased and the value of the debt is increased. Ulama who forbid this agreement, qiyas this agreement with usury. Even though there is a very clear difference between people saying, "Pay off now or delay and there is usury." with people saying, "Pay off immediately, I'll give you a 100k discount later." How can this be equated. So that there is no evidence that shows that it is haram, nor does ijma' or qiyas that are authentic. Cashback is allowed because it does not contain usury and is included in khiyar gabhn. Keywords: Cashback; Casback law; Customers
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Etos Kerja Nurul Azizah Cha; Misbahuddin Misbahuddin; Ibtisam Ibtisam; Herman Herman
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 2 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v2i2.406

Abstract

Orang yang beretos kerja islami, etos kerjanya terpancar dari sistem keimanan atau aqidah islami berkenaan dengan kerja yang bertolak dari ajaran wahyu bekerja sama dengan akal. Sistem keimanan itu, menurutnya, identik dengan sikap hidup mendasar . Ia menjadi sumber motivasi dan sumber nilai bagi terbentuknya etos kerja Islami. Tanpa landasan iman dan amal shaleh, etos kerja apa pun tidak dapat menjadi islami. Tidak ada amal saleh tanpa iman dan iman akan merupakan sesuatu yang mandul bila tidak melahirkan amal shaleh. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa iman dan amal shaleh merupakan suatu rangkaian yang terkait erat, bahkan tidak terpisahkan. Dari beberapa pendapat tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa etos kerja dalam Islam terkait erat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur?an dan al-Sunnah tentang kerja yang dijadikan sumber inspirasi dan motivasi oleh setiap Muslim untuk melakukan aktivitas kerja di berbagai bidang kehidupan. Cara mereka memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai al-Qur’an dan al-Sunnah tentang dorongan untuk bekerja itulah yang membentuk etos kerja Islam.
Asas Keadilan Berekonomi Dalam Transaksi Jual Beli Online Asfira Yuniar; Misbahuddin Misbahuddin; Nurul Azizah; Nurfyana Narmia Sari
Jurnal Iqtisaduna Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v7i2.22152

Abstract

Transaksi jual beli online sudah marak terjadi dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam melakukan transaksi antara penjual dan pembeli melalui aplikasi jual beli online perlu adanya asas keadilan didalamnya yaitu keadilan bagi penjual dan pembeli untuk mengacuh terjadinya suatu akad yang baik. Seperti dalam jual beli tidak ada salah satu pihak yang dapat dirugikan karena dalam melakukan jual beli online sudah dijelaskan terdahulu bagaimana cara pemakaiannya pada suatu aplikasi. Setiap aplikasi yang di pakai dalam jual beli online mampu membantu pembeli jika ada yang ingin komplain dalam mengembalikan barang yang di belinya apabila tidak sesuai dengan yang di inginkan. Selain itu keadilan memang harus ada dalam jual beli online agar sesuai yang disyariatka dalam hukum Islam. Melihat dari perkembangan zaman kebanyakan yang melakukan transaksi jual beli adalah orang-orang yang terlalu sibuk, sampai tidak memiliki waktu untuk melakukan transaksi jual beli secara langsung. Namun perlu adanya ketelitian agar tidak terjadinya tindakan penipuan terhadap jual beli online. Pembeli yang baik mampu mengetahui seperti apa hukum dan prinsip-prinsip yang berlaku dalam jual beli online. Sampai dengan mengetahui bagaimana cara penetapan harga oleh penjual dalam jual beli.
Islamic Legal Thought Implementation in Indonesia Ahmad Mathar; Hardianti Hardianti; Misbahuddin Misbahuddin; Kurniati Kurniati
Journal of Social Science Vol. 3 No. 4 (2022): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v3i4.386

Abstract

Islamic law is a system of law derived from the Qur'an and hadith, which subsequently evolved from legal philosophy. The result of legal thought is the production of legal documents based on the requirements of the community. In Indonesia, Islamic law grows and evolves in the form of four products of legal thought: fiqh, ulama fatwas, court rulings (jurisprudence), and laws. In Indonesia, the four products of legal thinking serve as rules for Muslims in national, state, and social life. This study sought to identify the outcomes of Islamic legal thinking in Indonesia. The technique employed is qualitative. According to the findings of this study, Islamic legal thought in Indonesia is comprised of the products of fiqh thought, fatwa thought, court decision thinking (jurisprudence), and legal thought. This product of Islamic legal philosophy touches on the order of Islamic society and, despite being independent of sharia law, can serve as a firm legal foundation.
PENERAPAN KAIDAH “AL-IJTIHAD LA YANQUD BI AL-IJTIHAD” DALAM KASUS FIKIH Andi Muh. Taqiyuddin BN; Ahmad Arief; Marzuki Umar; Misbahuddin Misbahuddin; Sabri Samin
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-maslahah.v18i1.1920

Abstract

This research is qualitative, the type of research is library research and uses a normative juridical approach. The data collection method used was a literature study. The results showed that; 1) The meaning of the rule (Ijtihad Does Not Cancel Other Ijtihad), namely the rule (Ijtihad Does Not Cancel Other Ijtihad) means that ijtihad cannot produce a product that has been implemented at a certain time and place, it cancels the legal product of an ijtihad result. at one time and another. 2) The validity of the principle (Ijtihad does not cancel other Ijtihad), namely the honesty of this principle can be seen from the existence of the arguments that legalize it. Starting from the hadith until then the consent of a friend, as we have stated, this can be noticed from a caliph 'Umar who did not annul or cancel his predecessor's opinion or ijtihad, namely Abu Bakr. 3) Implementation of the rule (Ijtihad does not cancel other Ijtihad), which can be seen from the examples in the literature that discuss al-Qawa'id al-Fiqhiyyah. This rule is valid as long as it does not violate or contradict the nas, consent, qiyas jaliy, the words of the 4 schools, and it is clear that the judge's error is the result of the law, cause, or method. Also, ijtihad must be equally strong, it cannot be just one of them, and finally, that the implementation of ijtihad has been legitimized by Fatwa or Qa ataupunā. So the implementation of this rule can be noticed in existing examples and this rule is not always able to be implemented or implemented, because several things have been mentioned regarding the exceptions regarding this rule.
Co-Authors Abd. Rahman Razak Abd. Rauf M. Amin Abdul Gafur Abdul Hafid Abdul Rahim Abdurrahman Abubakar Bahmid Abu Sahman Nasim Abu Sahman Nasim Achmad Alfian Mujaddid Achmad Musyahid Idrus Adi Karma Agung Pratama Agustan Agustan, Agustan Ahmad Arief Ahmad Mathar ahmad yani Aidit, Hasyim Alamsyah, Tahwin Alwaris, Sri Ayu Andari Putri Amal Ashraf Amir Muhiddin, Amir Amir, AM Nur Atma Andi Airiza Rezki Syafaat Andi Intan Cahyani Andi Moh. Rezki Darma Andi Moh. Rezki Darma Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Rahmat Nizar Hidayat Anisa, Nur Ainun Ardi Ardi ARDIANSYAH, FAISAL Asfira Yuniar Asfira Yuniar Aynun Nyswa B, Irfan B, Umar Badaruddin, Sukri Bakence, Lutfi Basirun, Adam Darliana, Darliana Eril, Eril Espinosa III, Severo Fadly F Fatimah, , Nur Fatmawati Fattah, Salman Fuad Thohari Fuad, Iwan Zainul Hakzah Hamid, Muhammad Achyar Hamka Hanaping Hardianti Hardianti Hartawati, Sri Indira Hasaruddin Hasaruddin Hasyim Aidid Hawing, Hardianto Herman Hidayat, Andi Rahmat Nizar Hidayatussalam Hidayatussalam Hidayatussalam Hisbullah Hisbullah Hisbullah Hisbullah Hisbullah HM. Kafrawi, Try Sa’adurrahman Husain, Muhammad Zakir Ibtisam Ibtisam Ibtisam Ibtisam Ibtisam Ifah Finatry Latiep Ikram, Muhammad Furqanul Ilma Radia Syam Imal Istimal, Imal Irwanti Said J, Jumarni Jasman Juhari, Andi Rezal Kadir, Muh. Awaluddin Kamaruddin Karunia, Khaerunnisa Khamami Zada Kurniadi Kurniadi, Kurniadi Kurniati Kurniati Kurniati K Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Lentina, Tasya Meir Lomba Sultan Luthfi Bakence Maghudi, Muhammad Imam Mahsyar Idris Mappasessu Mappasessu Marzuki Umar Marzuki Umar Meilani Meilani M Misbahuddin Amin Mu'min, Muh. Dian Nur Alim Muammar Bakry Mubarak, Muhammad Hilal Muh. Yunan Putra Muhammad Dahlan Muhammad Furqanul Ikram Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Shuhufi Muhammad Suhufi, Muhammad Muhammad Taufan Djafri Muhammad Taufan Djafri Muhammad, Ali Rasyidi Muhrim Djakat Muhrim Djakat Mulham Jaki Mulham Jaki Asti Mursalim Mursalim Muslim, Moch. Bukhori Mustafa Mustafa, Zulhasari Mustaufiq Mustaufiq Mustaufiq, Mustaufiq Nadhila, Ila Nasim, Abu Sahman Nasrullah Bin Sapa Nawirman Ni'man Samad Nisma Ni’man Samad Nur Alisa Nurahmad Nurchamidah Nurfadila Nurfaika Ishak Nurfaika, Sitti Nurfaizah Nurfaizah, Nurfaizah Nurfyana Narmia Sari Nurfyana Narmia Sari Nurjannah Nurjannah N, Nurjannah Nurul Azizah NURUL AZIZAH Nurul Azizah Cha Nurul Mujahidah Nurunnasikin Nurwijayanti Patawari, Andi Yusri Pikahulan, Rustam Magun Prades Arioato Silondae R, Rahmatullah Rafi Pradipa Rahim, Asrianto Rahma Amir, Rahma Rahmadani, Nur Fitri Rahman Ambo Masse Rahman R., Abd. Rahmawati, Rahmawati Ramadan, Nur Hikmah Anugrah Ramoddin Rasyid, St. Cheriah Reny Ruswanti Ridwan Riri Fitri Sari, Riri Rizky Maulida Rohim, M. Yusuf Nur Rondang Herlina Rufi'i Rukmanasari, Ita S, Samsidar Sabri Samin Sahpur, Sahpur Sakka, Moh. Nasir Saleh Ridwan Salmawati Salmawati, Salmawati Samsidar Samsidar Jamaluddin Samsidar Jamaluddin Samsuddin S, Samsuddin Samsuddin Samsuddin Sanusi, Muh. Nur Taufik Sari, Nurfyana Narmia SATRIYAS ILYAS Siradjuddin Sofyan Sofyan Sri Yuliana Wali St. Aisyah BM Su'un, Muhammad Subli, Mohamad Sudirman Sudirman Suhufi, Muh Supriadi Supriadi Suprijati Sarib Syafa’at, Andi Airiza Rezki Syafuri, Syafuri Syamsu Alam Syamsul Darlis Syamsul Ilmi Syamsurianto Syarif As'ad, Muhammad Syarif, Muh Isra Tarmizi Titin Samsudin Tri Cahyo Nugroho Umar Syarifuddin Usman Usman Wasehudin, Wasehudin Wulandari, Ulfah Yunita Ys, Arba'iyah Yuniar, Asfira Zahli Akhmad, Almuhfudli Zainuddin, Zainuddin