Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa) memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional dan komoditas bernilai ekonomi tinggi, namun pemanfaatannya di tingkat masyarakat desa masih belum optimal. Di Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Rosela umumnya hanya dimanfaatkan secara sederhana sebagai tanaman hias atau dikeringkan menjadi teh seduh tanpa pengolahan lebih lanjut dan tanpa strategi pemasaran yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah ekonomi dari tanaman Rosela belum dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah rosela menjadi produk bernilai tambah serta memperkuat pemahaman mengenai strategi pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan produk olahan rosela. Kegiatan dilaksanakan pada 6 & 7 Maret 2026 di Desa Tonjong dengan melibatkan 22 peserta yang terdiri dari masyarakat dan anggota Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 49,5% menjadi 81,2% pada post-test. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dalam mengolah Rosela menjadi produk seperti teh dan sirup rosela serta memahami strategi pemasaran sederhana melalui kemasan dan promosi digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan terintegrasi antara produksi dan pemasaran efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta berpotensi mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal di Desa Tonjong.
Copyrights © 2026