Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROGRAM COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MASYARAKAT DAERAH PENYANGGA PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL (PTN) CIANJUR TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Susdiyanti, Tun; Humaira, Linar; Supriyono, Bambang
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan implementasi  program CSR, persepsi dan kepuasan masyarakat di daerah penyangga Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Cianjur Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Data dianalisis menggunakan metode Model Sikap Fishbein dan Customer Satisfaction Indeks (CSI). Sampel penelitian adalah masyarakat daerah penyangga PTN Cianjur. Program CSR dianalisis dari 3 aspek yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Variabel ekonomi adalah variabel yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan masyarakat sebagai hasil dari program CSR. Variabel sosial lebih menekankan pada tersedianya fasilitas umum dan berkurangnya pengangguran serta banyaknya kelompok masyarakat yang terlibat dalam program CSR. Variabel lingkungan berkaitan dengan lingkungan hidup adanya upaya pelestarian lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan bermitra dengan operator untuk menyalurkan dana CSRnya melalui program adopsi pohon yaitu  penanaman pohon sebagai upaya penanaman kembali daerah yang rusak akibat kegiatan PHBM pada waktu status hutan masih hutan produksi, sedangkan program CSR pemberdayaan masyarakat berupa ternak kambing dan kelinci. Persepsi dan kepuasan program CSR dari 3 aspek dinilai masyarakat  rendah.Kata Kunci: CSR,  Daerah penyangga, Persepsi dan  kepuasan, PTN Cianjur, TNGGP
IPTEK BAGI MASYARAKAT DESA BARENGKOK KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR DALAM PEMANFAATAN KULIT MANGGIS Humaira, Linar; ., Srikandi
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 2 No 1 (2019): IKRAITH-ABDIMAS vol 2 Nomor 1 Bulan Maret 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.99 KB)

Abstract

ABSTRAKPotensi unggulan pertanian Desa Barengkok salah satunya adalah manggis, namunpengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam memanfaatkan dari limbah kulit manggissehingga menjadi nilai ekonomis tersebut belum teroptimalkan. Tujuan kegiatan ini adalah untukmemberikan pemahaman mengenai pemanfaatan kulit manggis melalui penyuluhan dan pelatihanmembuat ektrak untuk dijadikan bahan aktif dalam pembuatan cairan pembersih lantai. Luarankegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat Desa Barengkokdalam pemanfaatan kulit manggis, 2) Meningkatkan kompetensi masyarakat dalam berusah atauberbisnis, 3) Mampu secara mandiri untuk berproduksi sehingga dapat meningkatkan ekonomikeluarga. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan yangdiikuti oleh peserta para kader Posyandu yang ada di Desa Barengkok, yaitu sepuluh orang dariperwakilan 6 kelompok Kader Posyandu (Perkutut II, Perkutut III, Perkutut V, Perkutut VIII,Perkutut X, dan Perkutut XI). Peserta ikut berperan aktif selama kegiatan berlangsung mulai daripemaparan awal materi penyuluhan dan demo membuat ekstrak sampai akhir kegiatan berupapraktek membuat larutan pembersih lantai dengan menggunakan bahan aktif dari ekstrak kulitmanggis. Diharapkan hasil dari kegiatan ini masyarakat Desa Barengkok mampu secara mandiriberusaha dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga serta menjadi masyarakat produktifmenuju desa berkembang.
Pendampingan Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair (Poc) Bagi Masyarakat Kelurahan Kayu Manis Ade Ayu Oksari; Karmanah; Eha Hasni Wahidani; Linar Humaira; Arifah Qurrotu Aina; Rezky Kevin Adha; Harisma Triana Prandika; Yunus Arifien
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i2.13267

Abstract

Tofu is a food product that comes from processed products (protein coagulation process) of soybeans. This home-based tofu industry, in its processing, can produce waste, namely solid waste (soybean dregs) and liquid waste. Handling of tofu liquid waste is not only a temporary treatment but needs to be done on an ongoing basis, one of which is by making valuable agricultural products having economic value. The methods for implementing this Community Self-Reliance Activity (KKM) include debriefing, team coordination, training, Liquid Organic Fertilizer (POC) application, mentoring and monitoring. The people involved were UKM Harjasari and KWT Ceria Mandiri Kayu Manis. The results of this activity indicate that community service in the form of assistance in using liquid tofu waste as a POC product can reduce environmental pollution and increase public knowledge about the proper use of natural resources. This can be seen from the increase in general understanding and its application, with an average increase of 62.28%.
Program Kemitraan Masyarakat Bagi Kelompok Kader PKK Desa Barengkok Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor Humaira, Linar
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol. 3 No. 2: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) (DOAJ & SINTA 3 Indexed)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.51 KB) | DOI: 10.21009/JPMM.003.2.8

Abstract

The purpose of this community partnership program is to provide knowledge and skills in the utilization of mangosteen peel waste as an active ingredient and natural coloring in making dishwashing soap. The partners in the activity were a group of PKK cadres in Barengkok Village, Leuwiliang District, Bogor Regency. Implementation of activities using counseling, demonstration, training and mentoring methods. Based on the result of the responses of participants in the PKM activites, there was an increase in communityempowerment, namely the knowledge and skills of partners increased in the utilization of mangosteen peel waste. Participants who suggested satisfaction were 72.8% and those who were vey satisfied were 27.2%. The output of this activity is in the form of appropriate technology in the process of making mangosteen skin crusher products and liquid dishwashing solution products based on mangosteen skin extract. Further assistance is still needed for partners who want liquid dishwashing soap products as business products, especially for access to capital, digital based product marketing and business licensing.
PEMBERDAYAAN PETANI DALAM OPTIMALISASI LAHAN BERBASIS KONSERVASI DI DESA SUKAMANTRI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOGOR Panglima, Linar Humaira; Maad, Faizal; Andriyanty, Reny
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.224 KB) | DOI: 10.30997/qh.v5i2.1686

Abstract

Berdasarkan potensi pertanian yang ada di Desa Sukamantri yang mencapai 1.46 juta hektar luas lahan untuk sawah dan ladang, yang seharusnya desa ini memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Namun dikarenakan kondisi lahan yang cenderung memiliki kemiringan dan berdekatan dengan wilayah yang memiliki pergerakan tanah yang cukup tinggi, sehingga potensi pertanian dan sumber dayanya belum teroptimalkan, hal ini dikarenakan masih rendahnya keterampilan dan pengetahuan petani dalam membangun kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pemanfaatan lahan melalui pengembangan usahatani secara optimal berbasis konservasi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui penyuluhan, demontrsasi dan pelatihan.  Hasil kegiatan adalah 15 orang petani peserta yang sebagian besar berpendidikan rendah rata-rata tidak tamat SD namun memiliki kemampuan berpartisifasi aktif selama kegiatan berlangsung, terlihat dari resposipnya petani dalam mengikuti penyuluhan maupun saat pelatihan yang terlibat langsung dalam praktek berusahatani diversifikasi penanaman secara verticultur yang ditumpangsarikan dengan tanaman pangan. Pembuatan rorak di anatara petak pertanaman merupakan teknologi konsevasi yang mudah dilakukan oleh petani. Petani yang menyatakan puas dengan kegiatan ini sebanyak 60% dan sangat puas sebanyak 40%.  Perlu adanya pembinaan dalam pengetahuan dan ketrampilan lebih lanjut untuk menciptakan kemandirian para petani,
EMPOWERMENT OF PELANGI GUNUNG SULING WOMAN FARMERS GOUP (KWT) IN PROCESSING COFFEE SKIN WASTE INTO CASCARA panglima, Linar Humaira; Jannah, Asmanur; Srikandi, Srikandi
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.139 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i1.3541

Abstract

Bogor Regency in one of the coffee producers in west Java, including  coffee from Barengkok Village, Leuwiliang District, Bogor Regency.  So far, farmers in post-harvest processing of coffee cherries only process coffee beans, while the skin is removed so that it becomes waste that is not utilized. Whereas from the coffee skin, there are many ingredients that are very beneficial for health, including rich in antioxidants, but the knowledge and skills of farmers in processing coffee bean waste are still low, so there is a need for education for the people of Barengkok Village. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the Women Farmers Group (KWT) through education and training in processing coffee bean waste into Cascara as a health drink, so that it has economic value.  The method of implementing this activity uses counseling, demonstrations and training on Cascara production, production management and product marketing strategies.  Partners in this activity were the Pelangi Gunung Suling Women Farmer Group (KWT), totaling 18 people. To see the success of the program, it was carried out through the pretest and posttest analyzed by quantitative descriptive.  The results of the activity showed that there was an increase in partner knowledge in processing coffee skin waste from unknowing to 94.4% knowing and understanding, the participants were very enthusiastic about participating in this empowerment activity as seen from the number of attendees who were 100% present from beginning to end. Coffee skin waste can be of economic value through processing health drinks, thus making it a new business opportunity. 
AGROINDUSTRI TAHU DJADI SARI DI KELURAHAN KAYUMANIS KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR Arief, Muhammad Muzakky; Humaira, Linar; Fitriani, Anna
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 1 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.096 KB) | DOI: 10.31938/agrisintech.v1i1.275

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha agroindustri tahu Djadi Sari dari aspek finansialnya serta bagaimana tingkat sensitivitas kelayakan bisinis terhadap perubahan-perubahan harga yang terjadi pada kenaikan harga bahan baku dan penurunan produksi tahu.  Penelitian ini dilakukan di pabrik agroindustri Tahu Djadi Sari di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.  Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei – Juli 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung NPV, IRR, Net B/C, Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas.  Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha agroindustri tahu Djadi Sari ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan dengan melihat hasil dari kriteria kelayakan yang diapatkan NPV sebesar Rp.554.345.382,- , Net B/C sebesar 1,98, IRR sebesar 39,83% dan PP 3,04 tahun. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan harga bahan baku sebesar 12% dan penurunan produksi tahu sebesar 6% maka usaha dinyatakan sudah tidak layak.
Determinan Produksi Padi Pada Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Ciampea Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Abdilah, Fajar; Humaira, Linar; Fitriani, Anna
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.241 KB) | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i1.312

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki maksud mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Kelompok Tani Rukun Tani, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data memakai uji hipotesis dan uji asumsi klasik, teknik pengolahan data menggunakan alat SPSS versi 20 yang menghasilkan regresi linier berganda. Hasil analisis determinan secara segmental, komponen produksi, luas lahan, biaya pupuk, biaya pestisida, dan varietas padi berdampak secara signifikan terhadap produksi padi. Peubah yang tidak berdampak secara parsial terhadap produksi padi yaitu faktor produksi tenaga kerja. Secara simultan faktor produksi luas lahan, beban pupuk, beban pestisida, tenaga kerja, dan varietas padi memberikan dampak secara signifikan terhadap produksi padi Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Ciampea Udik. Produksi padi pada Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Ciampea Udik sebesar 85,4% ditentukan oleh luas lahan, beban pupuk, beban pestisida, tenaga kerja dan varietas padi.AbstractThis study aims to determine the factors that influence rice production in the Rukun Tani Farmer Group, Ciampea Udik Village, Ciampea District, Bogor Regency. This type of research is descriptive quantitative. Data analysis using hypothesis testing and classical assumption test, data processing technique using SPSS version 20 which produces multiple linear regression. The results of segmental determinant analysis, production components, land area, fertilizer costs, pesticide costs, and rice varieties have a significant impact on rice production. The variable that does not have a partial impact on rice production is the labor production factor. Simultaneously the production factors of land area, fertilizer load, pesticide burden, labor, and rice varieties have a significant impact on the rice production of the Rukun Tani Farmer Group in Ciampea Udik Village. Rice production in the Rukun Tani Farmer Group in Ciampea Udik Village was 85.4% determined by land area, fertilizer load, pesticide load, labor, and rice varieties.
Pendapatan Petani dan Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta (Coffea sp) di Kecamatan Rumpin, Bogor Maulana, Asep Stevi; Suwarnata, Anak Agung Eka; Humaira, Linar
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i2.354

Abstract

ABSTRAK   Kabupaten/Kota Bogor yang masuk dalam wilayah Jawa Barat, memiliki luas lahan kopi rakyat terluas kedua di Jawa Barat yaitu 6.418,00 hektare dan Kecamatan Rumpin sebagai salah satu bagian dari wilayah tersebut yang menghasilkan kopi. Peningkatan produksi kopi akan terwujud bila diikuti dengan pembenahan tingkat pendapatan petani. Hal tersebut harus dikondisikan dengan merangsang petani untuk menambah produktivitas yaitu menambah harga yang diterima oleh petani. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pemasaran pada bagian efisiensi pemasaran. Petani kopi di Kecamatan Rumpin belum sepenuhnya mengetahui pendapatan serta efisiensi pemasaran kopi, sehingga dirasakan penting untuk melakukan penelitian tentang pendapatan petani kopi dan efisiensi pemasaran kopi robusta mulai dari petani sebagai produsen hingga konsumen atau organisasi akhir dalam pemasaran kopi robusta. Hasil penelitian diperoleh pendapatan petani kopi berada di atas Upah Minimum Provinsi Jawa Barat yaitu Rp1.810.351,36. Terdapat dua saluran pemasaran di daerah penelitian yakni saluran dari petani ke pedagang pengepul besar lalu ke pedagang eksportir. Saluran pertama berlangsung untuk jenis biji kering (green bean) curah/asalan. Saluran pemasaran kedua yaitu dari petani ke kelompok tani, kemudian dijual ke coffee shop. Saluran pemasaran kedua berlaku untuk jenis kopi biji kering sortir. Kedua saluran pemasaran tersebut sudah efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran <50%.   ABSTRACT  Bogor Regency/City, which is included in the West Java region, has the second largest community coffee area in West Java which is 6,418.00 hectares and Rumpin District as one part of the area that produces coffee. The increase in coffee production will be realized if it is followed by improving the level of farmers' income. This must be conditioned by stimulating farmers to increase productivity, namely increasing the price received by farmers. This effort can be done by improving the marketing system in the marketing efficiency section. Coffee farmers in Rumpin District do not yet fully understand the income and efficiency of coffee marketing, so it is important to conduct research on the income of coffee farmers and the marketing efficiency of robusta coffee, starting from farmers as producers to consumers or the final organization in marketing robusta coffee. The results showed that the income of coffee farmers was above the West Java Province Minimum Wage, which was Rp. 1,810,351.36. There are two marketing channels in the research area, namely the channel from farmers to wholesalers and then to exporters. The first channel is for the type of dry beans (green beans) in bulk. The second marketing channel is from farmers to farmer groups, then sold to coffee shops. The second marketing channel applies to the type of dry-sorted coffee beans. Both marketing channels are efficient because they have a marketing efficiency value of <50%.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal Mulyaningsih, Yanyan; Yoesdiarti, Arti; Humaira, Linar; Yulianti, Nani; Permana, Rifal; Syahidah, Izzatun; Lestari, Bening Intan; Satrio, Muhammad Firas; Fikri, Muhamad Abduloh; Syahputra, Kamarujaman Dwi; Sinaga, Jultri Hotmando; Faisal; Zulkipli; Fatah, Muhamad Arifin Abdul; Abdurohman, Saepul
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21785

Abstract

Kelompok Wanita Tani Srikandi dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Cikangkung menghadapi keterbatasan lahan pertanian dan rendahnya keterampilan dalam mengembangkan usaha berbasis pertanian modern. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya kemandirian pangan dan terbatasnya peluang peningkatan ekonomi keluarga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam budidaya sayuran sehat melalui penerapan teknologi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) sekaligus memperkuat aspek kewirausahaan melalui strategi pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan utama: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan teknis budidaya hidroponik dan pemasaran, (3) penerapan teknologi hidroponik dengan pendampingan intensif, serta (4) pendampingan dan evaluasi melalui observasi dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam merakit instalasi hidroponik, meracik nutrisi, melakukan perawatan tanaman, hingga memasarkan hasil panen melalui media sosial dan jejaring lokal. Mitra juga berhasil menghasilkan sayuran segar berkualitas dan menjalin kemitraan dengan pasar lokal. Program PKM ini mampu meningkatkan kemandirian mitra, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan usaha hidroponik berbasis komunitas. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kemampuan pada seluruh aspek yang diukur, dengan kenaikan tertinggi sebesar 55% pada pengetahuan dasar hidroponik dan rata-rata peningkatan 35–45% pada aspek keterampilan teknis dan kewirausahaan. Pendampingan berkelanjutan juga berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian, semangat gotong royong, serta kemampuan peserta dalam memasarkan produk melalui media sosial dan jaringan lokal. Program ini berhasil mentransformasi pengetahuan menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan peningkatan ekonomi desa.