Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Dukungan keluarga diperlukan sebagai strategi preventif untuk menurunkan tingkat kecemasan selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien TB paru di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 59 responden yang dipilih menggunakan tabel Krejcie-Morgan dari populasi 70 pasien TB paru. Instrumen penelitian menggunakan Skala Dukungan Keluarga (16 item) dan Skala Hamilton Anxiety Rating Scale/HARS (18 item). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden perempuan (52,5%), berusia 20-30 tahun (35,5%), dan bekerja di sektor swasta (27,1%). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan variabel terkuat peran aktif keluarga (ρ=-0,637). Uji regresi ordinal menghasilkan model signifikan (Chi-Square=23,992; p=0,000) dengan Nagelkerke R²=0,399, dukungan keluarga 39,9% variasi tingkat kecemasan. Dukungan keluarga berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kecemasan pasien TB paru. Disarankan kepada Puskesmas untuk memperkuat program edukasi keluarga, keluarga memberikan dukungan optimal, dan peneliti selanjutnya meneliti faktor lain dengan sampel lebih besar.
Copyrights © 2026