Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari interaksi antar teman sebaya terhadap perilaku sosial siswa kelas V di SD Katolik 1 St. Yohanes Tomohon. Latar belakangnya berfokus pada signifikansi peran kelompok sebaya sebagai sarana untuk mengembangkan empati, identitas pribadi, dan kemampuan mengelola emosi selama masa transisi menuju remaja. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel total dari 30 siswa kelas V. Data diperoleh melalui penggunaan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis dengan menggunakan metode uji korelasi Pearson Product Moment yang dibantu oleh SPSS. Hasil dari analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata interaksi teman sebaya mencapai 40,07, sedangkan perilaku sosial berada di angka 40,30. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,506 dengan tingkat signifikansi 0,004 (p < 0,01). Ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan dalam kategori sedang hingga cukup kuat. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas interaksi antar teman sebaya berkorelasi dengan perbaikan perilaku sosial siswa. Disarankan kepada pihak sekolah dan orang tua untuk secara aktif memantau dinamika sosial siswa agar tetap terarah pada kegiatan positif yang mendukung pengembangan karakter.
Copyrights © 2026