Di tengah modernisasi Indonesia yang kian materialistik, puisi-puisi Abdul Hadi menjadi oase sekaligus kritik kebudayaan yang menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual yang universal sebagai inti filsafat perenial. Sebagai penyair dan profesor, Abdul Hadi ternyata tidak hanya menyajikan puisi-puisi sufistik seperti yang kita kenal selama ini. Namun juga menawarkan aspek-aspek perenial. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi-puisi Abdul Hadi W.M. dalam buku antologi puisi Tuhan, Kita Begitu Dekat melalui perspektif filsafat perenial dengan metode penelitian atau pendekatan takwil (hermeneutika Islam): (1) Benarkah Abdul Hadi adalah seorang perenialis dan bukan hanya sufistik? (2) Adakah puisi-puisi Abdul Hadi mengandung aspek-aspek filsafat perenial? (3) Apa itu filsafat perenial, dan bagaimana kerangka berpikirnya dapat digunakan untuk menganalisis puisi? (4) Bagaimana gambaran puisi-puisi Abdul Hadi mengusung (a) perbedaan antara Yang Real dan yang ilusi dan (b) upaya konsentrasi menyatu dengan Yang Real? Selain itu, puisi seperti “Barat dan Timur” merupakan yang paling kuat menunjukkan inti perenialisme: bahwa setiap tradisi spiritual mengandung inti kebenaran ilahi yang tunggal. Dengan demikian, puisi-puisi Abdul Hadi dapat dibaca dan dihayati oleh pembaca lintas iman dan budaya.
Copyrights © 2026