Penelitian ini menganalisis relevansi nilai-nilai Huma Betang sebagai basis epistemologis dalam penguatan pendidikan humaniora di Kabupaten Kapuas. Berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan humaniora memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, etika, dan kesadaran budaya peserta didik, studi ini meninjau kearifan lokal Dayak Ngaju khususnya nilai kebersamaan, musyawarah, kesetaraan, gotong royong, dan toleransi dapat diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum dan praktik pembelajaran. Melalui pendekatan kualitatif berbasis wawancara dan observasi, penelitian menemukan bahwa nilai-nilai Huma Betang tidak hanya kaya secara filosofis, tetapi juga hidup dalam keseharian masyarakat sehingga memiliki potensi besar sebagai sumber epistemologi lokal bagi pendidikan humaniora. Implementasi integrasi ini membutuhkan pelatihan etnopedagogi bagi guru, penyusunan modul resmi berbasis Huma Betang, serta kolaborasi struktural antara sekolah, dinas pendidikan, dan komunitas adat. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan humaniora berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan relevansi pembelajaran, memperkokoh identitas budaya siswa, dan menumbuhkan karakter sosial yang adaptif dalam masyarakat multikultural.
Copyrights © 2026