Latar Belakang: Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan dengan cakupan imunisasi yang belum optimal. Persepsi orang tua berperan penting dalam pengambilan keputusan vaksinasi anak, dan dapat dipahami melalui pendekatan Health Belief Model (HBM). Tujuan: Menganalisis persepsi orang tua tentang vaksinasi campak berdasarkan Model Keyakinan Kesehatan (Health Belief Model) di pedesaan Indonesia dengan pendekatan cross-sectional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di wilayah pedesaan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan melibatkan 55 ibu yang memiliki anak usia 0–5 tahun dan belum melakukan imunisasi campak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis HBM yang mencakup persepsi kerentanan, manfaat, dan hambatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Kruskal–Wallis dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa usia responden berhubungan signifikan dengan persepsi hambatan vaksin campak (p = 0,04), sementara tingkat pendidikan tidak berhubungan signifikan dengan seluruh konstruk persepsi. Pekerjaan berhubungan signifikan dengan persepsi manfaat vaksin campak (p = 0,05), dengan skor manfaat tertinggi ditemukan pada responden yang bekerja sebagai petani. Kesimpulan: Persepsi orang tua terhadap vaksin campak dipengaruhi oleh faktor usia dan pekerjaan dalam kerangka Health Belief Model. Persepsi hambatan dan manfaat merupakan konstruk utama yang berperan dalam penerimaan vaksin campak. Oleh karena itu, intervensi promosi kesehatan di wilayah pedesaan perlu difokuskan pada pengurangan hambatan yang dirasakan serta penguatan persepsi manfaat vaksin melalui edukasi yang kontekstual dan berbasis komunitas
Copyrights © 2026