Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TANGGUNG JAWAB MAHASISWA JURUSAN PMIPA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Suyidno Suyidno; Mohamad Nur; Leny Yuanita; Titin Sunarti; Binar Prahani
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.696 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i2.3990

Abstract

Abstract. Responsibility as life skills and career 21st century. There is still limited knowledge and have not been integrated in a comprehensive manner. The goal of this study is to identify student’s responsibility Department PMIPA of Lambung Mangkurat University in learning Physics. This study used a qualitative approach with survey method. Subjects were 156 students of biology education; chemistry education, physical education, and science education are a program fundamental physics course. Data collected from questionnaires, observations, and interviews. Data were analized by descriptive qualitative and quantitative. The results of questionnaire showed that most students feel responsible for participating, respect for others, teamwork, leadership, and expression with the criteria of good/excellent, but the observations and interviews show that  a lot of student are difficulties in leading and expression, as well as some students still deficient/sufficient in participating, respect for others, and team work. Keywords: Responsibility, Fundamental Physics Abstrak.  Tanggung jawab sebagai keterampilan hidup dan berkarir abad 21 ternyata masih diajarkan sebatas pengetahuan dan belum diintegrasikan secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tanggung jawab mahasiswa Jurusan PMIPA Universitas Lambung Mangkurat dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Subyek penelitian adalah 156 mahasiswa pendidikan biologi, pendidikan kimia, pendidikan fisika, dan pendidikan sains yang memprogram mata kuliah fisika dasar. Pengumpulan data menggunakan angket, pengamatan, dan wawancara. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa bertanggung jawab dalam berpartisipasi, menghormati orang lain, kerja sama, memimpin, dan menyampaikan pendapat dengan kriteria baik/sangat baik, tetapi hasil pengamatan maupun wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kesulitan dalam memimpin dan menyampaikan pendapat, serta beberapa mahasiswa masih kurang/cukup dalam berpartisipasi, menghormati orang lain, dan kerja sama. Kata kunci: Tanggung Jawab, Fisika Dasar
MODEL PERUBAHAN KONSEPTUAL DENGAN PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF (MPK-PKK) Muh. Makhrus; Mohamad Nur; Wahono Widodo
Jurnal Pijar Mipa Vol. 9 No. 1 (2014): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.842 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v9i1.39

Abstract

Abstrak: Pembelajaran yang telah dialami oleh mahasiswa baik di sekolah menengah maupun di perguruan tinggi masih menyisakan ketidakpahaman konsep dan bahkan miskonsepsi yang kuat. Oleh sebab pembelajaran seharusnya difokuskan pada upaya untuk melakukan perubahan konseptual terhadap konsep-konsep yang masih salah dipahami oleh mahasiswa. Perubahan konseptual tersebut dapat terjadi, jika mahasiswa menyadari adanya ketidaksesuaian antara peristiwa-peristiwa yang pernah dialami dengan ekspektasi intelektual mereka. Kesadaran terhadap adanya ketidaksesuaian tersebut dapat menyebabkan mahasiswa mengalami konflik kognitif dan hal ini merupakan langkah pertama dalam perubahan konseptual, yaitu kesadaran terhadap adanya kontradiksi yang diikuti dengan kesadaran akan adanya kebutuhan untuk melakukan perubahan. Berdasarkan hal tersebut, maka pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan model perubahan konseptual dengan pendekatan konflik kognitif (MPK-PKK), agar mahasiswa benar-benar menyadari bahwa ada konflik kognitif yang terjadi pada dirinya sehingga proses perubahan konseptual yang diharapkan dapat terjadi. Model pembelajaran ini telah dikembangkan oleh peneliti beserta instrumennya dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kondisi proses berpikir yang harus dimiliki mahasiswa agar terjadi perubahan konseptual, serta untuk mengetahui besarnya konflik kognitif yang terjadi pada mahasiswa pada saat pembelajaran. Model pembelajaran ini telah di validasi pada kegiatan FGD (Focused Group Discussion) yang dilakukan di Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan menghasilkan rekomendasi bahwa model ini layak di aplikasikan pada kegiatan pembelajaran di sekolah dan di perguruan tinggi.Kata kunci: Model perubahan konseptual, pendekatan konflik kognitif Abstract: Learning that has been experienced by student in both high school and college still not understanding the concept remains strong and even misconception. Therefore, learning should be focused on efforts to make conceptual changes to the concepts that are still misunderstood by students. The conceptual change can occur, if the student is  of the discrepancy between the events experienced by their intellectual expectations. Awareness of the existence of such mismatch can cause students to experience cognitive conflict and this is  the first step in conceptual change. Based on this, the learning can be done by using a model of conceptual change by cognitive conflict approach (MPK-PKK), so that student truly realize that there is cognitive conflict that occurred to him that the process of conceptual change is expected to occur. This learning model has been developed by researchers and instruments as well as to determine the level of cognitive conflict that occurred in students during a lessons. This learning model has been validated on FGD (Focused Group Discussion) conducted on the Graduate University of Yogyakarta (UNY) and resulted in a recommendation that this model is feasible in applied learning activities in school and in college.Keyword: conceptual change model, cognitive conflict approach
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN PhET UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Teguh Budi Raharjo Eko Saputra; Mohamad Nur; Tarzan Purnomo
JSEP (Journal of Science Education and Practice) Vol 1, No 1 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.592 KB) | DOI: 10.33751/jsep.v1i1.378

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA materi listrik dinamis menggunakan media KIT listrik yang dilengkapi PhET yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa SMP. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan tiga tahap dari model 4-D, yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diujicobakan di kelas IX SMP Negeri 1 Kertek Wonosobo semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Parameter penelitian yang diukur adalah validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangkat pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran IPA menggunakan media KIT listrik yang dilengkapi PhET untuk materi listrik dinamis yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci: Kit listrik, perangkat pembelajaran, keterampilan proses sains, simulasi PhET
A Rancang Bangun Neraca Penghitung Kalori Pada Buah Dengan Memanfaatkan Metode Klasifikasi K-Nearest Neighbor: Rancang Bangun Neraca Penghitung Kalori Pada Buah Dengan Memanfaatkan Metode Klasifikasi K-Nearest Neighbor Faridatus Soleha; Ahmad Mustofa; Mohamad Nur
Techno Bahari Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalori adalah jumlah energi yang didapatkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia di setiap harinya, salahsatunya adalah buah-buahan. Pada umumnya seseorang yang menjalani program diet kalori akan lebih banyak mengkonsumsibuah-buahan yang rendah kalori untuk menghindari peningkatan berat badan. Sampai saat ini pelaksana program diet masihkesulitan menghitung kalori dari buah yang dikonsumsi, sehingga dibutuhkan alat bantu untuk menghitung kalori secara mudahdan praktis. Oleh karena itu pada tugas akhir ini akan dibuat neraca kalori buah dengan memanfaatkan metode klasifikasi KNN, dimana metode ini digunakan untuk mengklasifikasikan jenis buah dengan memanfaatkan data dari sensor yangdikendalikan oleh Arduino Nano
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI (ADL) PADA PENDERITA PASCA STROKE DI DESA NYALABU, KECAMATAN PAMEKASAN Mohamad Nur; Edy Suryadi Amin; Nur Iszakiyah; Nindawi, Nindawi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan sindrom klinis yang terjadi secara mendadak akibat gangguan aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak, sehingga menimbulkan gangguan neurologis fokal maupun global. Kondisi pasca stroke dapat menurunkan kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL), sehingga memerlukan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan pemenuhan ADL pada penderita pasca stroke di Desa Nyalabu, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 orang. Variabel independen adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah ADL. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan indeks Barthel. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (58%) dan ketergantungan ringan dalam ADL (55%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan pemenuhan ADL pada penderita pasca stroke. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan ADL pada penderita pasca stroke. Diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan maksimal agar kemampuan aktivitas harian penderita pasca stroke dapat meningkat