Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Keluarga dalam Penatalaksanaan dan Pencegahan Kegawatan Diabetes Melitus pada Lansia Melalui Edukasi dan Senam Kaki Diabetes di Desa Plakpak Pamekasan Susilawati, Endang Fauziyah; Kuzzairi; Denta, Anggeria Oktavisa
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i1.220

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia, banyak didapatkan Lansia  yang mengalami  masalah kesehatan,  salah satunya adalah menderita penyakit Diabetes mellitus (DM). Kondisi   ini ditunjukkan dengan gejala gangguan  metabolik , dalam keadaan  yang lebih lanjut dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung, gagal ginjal, luka diabetik, dan kegawatan diabetes.  Kegawatan diabetes dapat  terjadi apabila penderita  tidak mampu menjalankan pola hidup sehat. Peran keluarga sangatlah penting dalam penatalaksanaan diabetes mellitus dan pencegahan kegawatannya.  Tujuan  kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam penatalaksanaan dan pencegahan kegawatan DM pada Lansia. Kegiatan dilaksanakan  di desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Pamekasan, diikuti oleh  Lansia dan keluarga Lansia berjumlah 60 orang. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan  tentang penatalaksanaan  dan pencegahan kegawatan DM, mendemonstrasikan dan melatih senam  kaki untuk DM.  Pada saat pelaksanaan kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti penyuluhan, aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari pemateri. Peserta juga  bersemangat melaksanakan senam DM yang diajarkan  oleh pemandu. kegiatan dan mengikutinya dengan seksama. Masyarakat merasa senang dengan adanya kegiatan ini  karena dapat menambah pengetahuan sehingga dapat memberikan perawatan dan dukungan kepada Lansia yang tinggal bersama mereka  khususnya yang menderita DM. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara  kontinyu dengan bekerja sama  dengan pihak Puskesmas untuk mengembangkan kegiatan rutin Posyndu Lansia dengan memodifikasi  dan inovasi jenis kegiatan yang dilaksanakan.
Pemberdayaan Keluarga dalam Penatalaksanaan dan Pencegahan Kegawatan Diabetes Melitus pada Lansia Melalui Edukasi dan Senam Kaki Diabetes di Desa Plakpak Pamekasan Susilawati, Endang Fauziyah; Kuzzairi; Denta, Anggeria Oktavisa
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i1.220

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia, banyak didapatkan Lansia  yang mengalami  masalah kesehatan,  salah satunya adalah menderita penyakit Diabetes mellitus (DM). Kondisi   ini ditunjukkan dengan gejala gangguan  metabolik , dalam keadaan  yang lebih lanjut dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung, gagal ginjal, luka diabetik, dan kegawatan diabetes.  Kegawatan diabetes dapat  terjadi apabila penderita  tidak mampu menjalankan pola hidup sehat. Peran keluarga sangatlah penting dalam penatalaksanaan diabetes mellitus dan pencegahan kegawatannya.  Tujuan  kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam penatalaksanaan dan pencegahan kegawatan DM pada Lansia. Kegiatan dilaksanakan  di desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Pamekasan, diikuti oleh  Lansia dan keluarga Lansia berjumlah 60 orang. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan  tentang penatalaksanaan  dan pencegahan kegawatan DM, mendemonstrasikan dan melatih senam  kaki untuk DM.  Pada saat pelaksanaan kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti penyuluhan, aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari pemateri. Peserta juga  bersemangat melaksanakan senam DM yang diajarkan  oleh pemandu. kegiatan dan mengikutinya dengan seksama. Masyarakat merasa senang dengan adanya kegiatan ini  karena dapat menambah pengetahuan sehingga dapat memberikan perawatan dan dukungan kepada Lansia yang tinggal bersama mereka  khususnya yang menderita DM. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara  kontinyu dengan bekerja sama  dengan pihak Puskesmas untuk mengembangkan kegiatan rutin Posyndu Lansia dengan memodifikasi  dan inovasi jenis kegiatan yang dilaksanakan.
The Emergency Level Algorithm Uses the National Early Warning System (News) Method for Non-Rebreathing Mask Oxygen Therapy Patients Kuzzairi; Taufiqurrahman; Endang Fauziyah Susilawati
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol. 9 No. 2 (2025): VOLUME 9 ISSUE 2 AUGUST 2025
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2025/Vol9/Iss2/721

Abstract

The mixed gas pressure theory states that if the pressure of one gas in a gas mixture increases, the partial pressure of the other gas will decrease. Increasing the oxygen concentration in the non-rebreathing mask will reduce the partial pressure of CO2, so that it can reduce PaCO2 and maintain a high PaO2. Researchers want to know the level of emergency by looking at the effectiveness of administering O2 on hemodynamic status using the NEWS (National Early Warning System) method, where currently only O2 saturation and arterial blood gas analysis values ​​are often used to evaluate, without any scoring, with an action algorithm according to the emergency level scoring report. This research is a quasi-experimental one-group pre-post-test design with a one-shot pretest and posttest design on all patients who have respiratory complaints with NEWS score values ​​in the moderate and severe categories in the ICU of Dr. Hospital. Slamet Martodirjo Pamekasan. Sampling uses non-probability purposive sampling. Because the population of this study is infinite, the target sample size is 20 respondents. The emergence of patients in the ICU after receiving the second 6-hour phase of O2 NRM therapy intervention was found by most respondents (55%) in the mild category, and only 20% in the severe category. This means that the number of patients in the critical or high category is much less than after the first 2 hours of therapy, namely 65% ​​to 20% and most of them are already in the mild category after the second 6 hours of O2 therapy. This study concludes that O2 NRM therapy has a significant effect on reducing the level of emergency for the first 2 hours and evaluation for the second 6 hours, resulting in a different emergency algorithm (reducing the level of emergency) for the two evaluation phases with different levels of emergency.
College Adjusment Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Madura Endang Fauziyah Susilawati; Putri Oktaviana; Taufiqur Rahman; Nindawi; Kuzzairi
Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan Vol 6 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/jstk.v6i1.374

Abstract

Latar Belakang: Penyesuaian diri diperlukan untuk memaksimalkan keefektifan pembelajaran di Perguruam Tinggi, sehingga mahasiswa dapat berprestasi dengan optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat adaptasi mahasiswa baru Poltera. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 311 mahasiswa Poltera angkatan 2022 dengan jumlah besar sampel 175  dan diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner tentang penyesuaian diri jenis dikotomi yang memuat 24 pertanyaan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Poltera mampu beradaptasi di tiga dimensi adaptasi yaitu hampir seluruhnya memiliki kemampuan beradaptasi akademik (97%), sosial (89%), dan institusional (88%) yang tinggi. Namun, sebagian besar (65%) beradaptasi rendah secara personal-emosional. Serta sebagian besar yang tidak mampu beradaptasi secara personal-emosional, mampu beradaptasi secara akademik (63%), sosial dan institusional (54%). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh mahasiswa Poltera mempunyai tingkat adaptasi tinggi di dimensi akademik, sosial, dan institusional. Namun, Sebagian besar mahasiswa tidak mampu beradaptasi secara personal-emosional. Poltera diharapkan dapat memberikan perhatian lebih ke penyesuaian personal dan emosional mahasiswa, sehingga mereka dapat berprestasi secara optimal. Kata Kunci : College, Adjusment, Mahasiswa Baru    
Community Readiness in Emergency First Aid for Victims of Traffic Accidents Kuzzairi; Cantika Iva Nugrahani; Moh. Fityan Arrofiqi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.497

Abstract

A traffic accident is an emergency condition that requires immediate or life-threatening help. It is important for all people to have readiness regarding initial handling/first aid quickly and precisely so that the chain of handling traffic accident victims can run properly and correctly. This research aims to find out how the level of community readiness for emergency first aid for victims of traffic accidents on Jalan Raya Gapura, Sumenep Regency. This study uses a descriptive design. The population and sample of this study, namely the entire community along the edge of Jalan Raya Gapura, Braji Village, Sumenep Regency, consisting of 30 people, used a non-probability sampling technique - total sampling. The research instrument used a Type Multiple Choice Questionnaire with 10 questions. The results of the data are processed by means of editing, coding, scoring, tabulating. Nearly half of the respondents were in the unprepared category 14 (47%), almost half of the respondents were in the quite ready category 10 (33%), and a small proportion of respondents were in the ready category 6 (20%). Based on the results of the study, it was found that most of the community's readiness level for emergency first aid for victims of traffic accidents on Jalan Raya Gapura, Sumenep Regency, was with a less prepared level of readiness.