Pentingnya peningkatan kinerja pegawai di lingkungan pemerintahan yang saat ini dihadapkan pada tuntutan digitalisasi layanan publik, dimana aparatur diharuskan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta peningkatan kompetensi guna mendukung pelaksanaan tugas yang lebih optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transformasi digital dan pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada sekretariat daerah Kota Lubuklinggau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 115 pegawai dan berdasarkan rumus slovin yang digunakan, total yang dijadikan sampel berjumlah 90 pegawai. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert, kemudian diolah menggunakan SmartPLS 04. Penelitian ini menggunakan instrumen pengukuran yang dianalisis melalui outer model, meliputi uji validitas konvergen, validitas diskriminan, serta uji reliabilitas untuk memastikan kualitas konstruk. Selanjutnya, teknik analisis data dilakukan menggunakan inner model yang mencakup pengujian nilai R² dan F² guna melihat kekuatan prediktif model, serta dilanjutkan dengan uji hipotesis untuk menentukan hubungan signifikan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,707, t-statistic 19,794, dan p-value 0,000 (< 0,05). Sementara itu, pengembangan SDM tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien sebesar –0,061, t-statistic 0,384, dan p-value 0,701 (> 0,05). Secara simultan, transformasi digital dan pengembangan SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai R-square sebesar 0,952 dan R-square adjusted sebesar 0,950. Lebih lanjut, hasil pengujian indirect effect menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi transformasi digital terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien sebesar –0,002, t-statistic 0,071, dan p-value 0,944 (> 0,05). Namun demikian, motivasi kerja terbukti mampu memediasi pengaruh pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai secara positif dan signifikan, dengan nilai koefisien sebesar 0,363, t-statistic 2,690, dan p-value 0,007 (< 0,05). Kesimpulannya transformasi digital menjadi faktor kunci peningkatan kinerja, sementara pengembangan SDM akan efektif jika disertai dengan peningkatan motivasi kerja.
Copyrights © 2026