Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Ruwat Bumi di Desa Paningkaban, Banyumas, melalui lensa teori mimesis dan mekanisme kambing hitam dari René Girard guna membangun sebuah kristologi kontekstual yang memahami Yesus sebagai “Pangruwat Bumi.” Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi struktur, simbol, dan fungsi sosio-religius ritual, khususnya pengorbanan kambing hitam, melalui observasi, analisis teks, dan interpretasi teologis kritis. Kerangka teoretis utama yang digunakan adalah konsep hasrat segitiga (mimesis) dan mekanisme kambing hitam Girard untuk menjelaskan bagaimana kekerasan kolektif dan krisis sosial dialihkan kepada korban substitusi demi memulihkan harmoni komunal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pengorbanan dalam Ruwat Bumi memiliki kemiripan dengan mekanisme viktimisasi yang menjadi dasar terbentuknya tatanan sosial. Namun, pengorbanan Yesus yang bersifat sadar dan sukarela secara mendasar berbeda karena menyingkap sekaligus memutus siklus kekerasan mimetik. Dengan demikian, tradisi Ruwat Bumi dapat dipahami sebagai praeparatio evangelica yang membuka ruang bagi perumusan kristologi kontekstual yang relevan dalam imajinasi budaya Jawa.
Copyrights © 2026