Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep teologis martabat manusia ("Citra Allah") di era digital, serta menganalisis dampak perkembangan teknologi digital yang pesat terhadap martabat manusia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian pustaka secara deskriptif-analitis untuk menggambarkan tantangan seperti ciberbullying, disinformasi, dan eksploitasi data pribadi yang mengancam martabat manusia di dunia maya. Penelitian ini mengintegrasikan prinsip-prinsip teologi dengan fenomena digital untuk menawarkan perspektif konstruktif dalam melindungi dan meningkatkan martabat manusia di era digital. Temuan menunjukkan teknologi digital memberikan peluang memperkuat hubungan sosial dan pertumbuhan spiritual, namun juga menghadirkan risiko dehumanisasi dan pelanggaran etika. Penelitian menegaskan pentingnya landasan nilai teologis dalam etika digital untuk menciptakan komunitas online yang menghormati dan inklusif, serta perlunya edukasi, kebijakan, dan keterlibatan spiritual guna menjaga martabat manusia. Tulisan ini menegaskan refleksi teologis dalam menghadapi tantangan digital kontemporer
Copyrights © 2026