Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbol-simbol dalam tradisi temu manten di Desa Air Putih Ulu menggunakan perspektif semiotika Roland Barthes. Tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian adat pernikahan yang masih dilestarikan masyarakat dan mengandung nilai budaya, sosial, serta kepercayaan yang diwariskan secara turuntemurun. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian pada pemaknaan simbol dalam prosesi seperti mapak besan, balangan gantal, injak telur, sinduran, kembar mayang, dan sungkeman. Data primer diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat, sesepuh desa, dan pelaku tradisi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumentasi dan literatur terkait. Analisis menggunakan konsep denotasi, konotasi, dan mitos dari Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol dalam temu manten memiliki makna berlapis: secara denotatif sebagai rangkaian ritual adat, secara konotatif merepresentasikan nilai tanggung jawab, keharmonisan, dan penghormatan kepada orang tua, serta secara mitos menegaskan pernikahan sebagai ikatan sakral dan sarana pewarisan nilai budaya
Copyrights © 2026