Congestive Heart Failure (CHF) merupakan gangguan fungsi jantung yang menyebabkan penurunan kemampuan memompa darah. Salah satu terapi utama adalah penggunaan obat Beta Blocker yang sering dikombinasikan dengan golongan lain seperti Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dan diuretik untuk menurunkan tekanan darah serta memperbaiki fungsi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan tekanan darah antara kombinasi Beta Blocker + ARB dan Beta Blocker + diuretik pada pasien CHF di RSU Melati Perbaungan. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif retrospektif dengan pengumpulan data melalui rekam medis pasien CHF rawat jalan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode teknik total sampling yaitu dengan pasien yang terdiagnosa hipertensi dengan penyakit penyerta Congestive Heart Failure Di Rumah Sakit Melati Perbaungan yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Metode yang dilakukan ialah pengambilan data dari setiap pasien, data yang diambil di antaranya nama, nomor rekam medis, jenis kelamin, umur, diagnosis hipertensi dengan penyerta CHF, hasil tekanan darah, obat kombinasi antihipertensi yang diberikan. Selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah pasien setelah terapi. Seluruh data penelitian dimasukkan ke dalam lembar pengumpulan data untuk dilakukan tahap selanjutnya yaitu analisis statistik. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi pada masing-masing kombinasi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Beta Blocker+Angiotensin Receptor Blocker dengan Beta Blocker+diuretik sama-sama menurunkan tekanan darah tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga medis dalam pemilihan terapi kombinasi yang optimal.
Copyrights © 2026