Perilaku asertif dalam situasi belajar merupakan kompetensi psikososial yang krusial bagi perkembangan akademik remaja, namun faktor-faktor yang mendasarinya pada jenjang SMP masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh self-efficacy terhadap perilaku asertif dalam situasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pati. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif digunakan dalam penelitian ini. Sampel sebanyak 252 siswa dipilih dari populasi 297 siswa menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy berbasis teori Bandura (1995) dan angket perilaku asertif berbasis Alberti & Emmons (2002), masing-masing terdiri dari 40 butir valid dengan reliabilitas Cronbach's Alpha 0,925 dan 0,909. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana melalui SPSS 26.0. Hasil menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku asertif (β = 0,986; F = 8.571,192; p < 0,001). Koefisien determinasi R² = 0,972 mengindikasikan bahwa 97,2% variansi perilaku asertif dapat dijelaskan oleh self-efficacy, dengan persamaan regresi Ŷ = 4,667 + 0,955X. Temuan ini menegaskan peran sentral self-efficacy sebagai fondasi psikologis perilaku asertif akademik siswa remaja awal. Penguatan self-efficacy melalui layanan bimbingan berbasis pengalaman keberhasilan dan pemodelan teman sebaya direkomendasikan sebagai strategi intervensi di sekolah.
Copyrights © 2026