Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis valuasi ekonomi aset karbon biru di Sulawesi Utara serta merumuskan strategi manajemen keuangan publik guna mengoptimalkan penerimaan melalui mekanisme bursa karbon. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran atau mixed method dengan desain eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif mengenai valuasi potensi sebesar Rp 100 miliar dan luas ekosistem 56.407,71 hektare dianalisis bersamaan dengan data kualitatif kebijakan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem biru di Sulawesi Utara memiliki densitas ekonomi yang tinggi yang mampu mendongkrak skor Indeks Ekonomi Biru Indonesia pada pilar ekonomi dan lingkungan. Strategi kunci yang direkomendasikan adalah penugasan Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD sebagai agregator untuk mengelola aset karbon dan melakukan perdagangan di IDX Carbon. Mekanisme ini menawarkan fleksibilitas dibandingkan pengelolaan langsung oleh dinas pemerintahan, sekaligus memastikan pendapatan dapat direinvestasi untuk keberlanjutan upaya konservasi.
Copyrights © 2026