Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; bagaimana latar belakang Zainal beta menjadi pelukis tanah liat, bagaimana tantangan yang dihadapi Zainal beta sebagai pelukis tanah liat, bagaimana dampak Zainal beta terhadap komunitas seni di makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yakni: Heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini berlokasi di Gallery Art Zainal Beta di Benteng Fort Rotterdam, Kota Makassar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang Zainal beta menjadi pelukis tanah liat dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan tempat ia dibesarkan. Kehadiran Zainal Beta sebagai pelukis tanah liat memberikan dampak inovasi dalam teknik melukis, serta pendidikan dan pembinaan terhadap generasi muda. Namun, Zainal beta juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan dana, adaptasi teknik dan bahan, serta persaingan dengan seniman lain. Untuk mengatasi tantangan tersebut Zainal Beta terus berinovasi dalam teknik melukis dan memanfaatkan berbagai jenis tanah liat untuk menciptakan karya yang unik.
Copyrights © 2026