Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi IPA, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mendorong pengalaman langsung. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan hasil belajar, respons siswa, serta menguji pengaruh model discovery learning berbasis outdoor class. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental (non-equivalent control group pretest–posttest). Subjek terdiri dari dua kelas, masing-masing 33 siswa, dipilih secara purposive sampling. Hasil menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sangat baik (90,72% dan 91,66%). Data berdistribusi normal dan homogen. Uji independent t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,70 (tinggi) dan kontrol 0,32 (sedang). Respons siswa mencapai 80% (sangat tinggi). Efektivitas model ini disebabkan oleh keterlibatan aktif siswa melalui observasi, eksplorasi, dan penemuan konsep di lingkungan nyata. Hal ini membantu siswa memahami materi secara mandiri dan kontekstual. Dengan demikian, discovery learning berbasis outdoor class efektif meningkatkan hasil belajar pada materi pencemaran lingkungan.
Copyrights © 2026