Fishermen's work is 20 to 30 times higher risk than other jobs. There are significant health risks faced by fishermen due to their behavior, occupational hazards, and unsafe work environments. Fishermen tend to focus more on financial problems and ignore their health conditions. Hypertension is a health problem that is often experienced among fishermen. Selaroides leptolepis, or selar fish, is the favorite catch of fishermen in Wairbleler Village, Waigete District, Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province. Consuming selar fish, which is high in omega-3 fatty acids and essential amino acids, is very beneficial for body health, including heart and blood vessel health. One of the health problems often experienced among fishermen is hypertension. There is a significant relationship between increased triglycerides, or hypertriglyceridemia, and hypertension, which can have an impact on heart failure and stroke. Some fishermen in Wairbleler Village experience hypertension and hypertriglyceridemia. The aim of community partnership empowerment (PkM) is to improve the health of fishermen, increase the profits from selar fish through fish flour and oil production, and enhance marketing capabilities using online media. PkM targets groups of male and female fishermen in Wairbleler Village. Empowerment methods include socialization, training, application of technology, mentoring, and evaluation. The results of the empowerment of Wairbleler Village fishermen show that the goals of the service activities were achieved, namely a reduction in hypertension and hypertriglyceridemia. Additionally, 500 packages of fish meal products and 500 bottles of selar fish oil were produced, generating profits for the fishermen group. Promotional videos for the products were also created and shared on Facebook, Instagram, and TikTok accounts belonging to the Wairbleler Village group. Therefore, at the sustainability stage, the program carried out by the Wairbleler Village fishermen group is expanding the marketing segment to mothers of toddlers and school children as an effort to achieve nutritional adequacy through the consumption of selar fish flour and oil. The Wairbleler Village government supports innovation in the diversification of selar fish by developing the scale of production of selar fish flour and oil.Pekerjaan nelayan beresiko 20 sampai 30 kali lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Resiko kesehatan nelayan yang siginifikan karena perilaku nelayan, bahaya pekerjaan, dan lingkungan kerja yang tidak aman. Nelayan lebih fokus pada masalah keuangan dan mengabaikan kondisi kesehatan. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan. Ikan Selaroides Leptolepis atau Selar merupakan ikan tangkap unggulan nelayan Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsumsi ikan Selar yang tinggi asam lemak Omega 3 dan asam amino esensial, sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan salah satunya hipertensi. Adanya hubungan yang bermakna dengan kenaikan trigeliserida atau hipertrigliseridemia dengan hipertensi dan akan berdampak pada gagal jantung dan stroke. Sebagian nelayan Desa Wairbleler mengalami hipertensi dan hipertrigliseridemia. Tujuan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan kesehatan nelayan, meningkatkan profit ikan selar melalui tepung dan minyak ikan, meningkatkan kemampuan pemasaran menggunakan media online. Sasaran PkM di kelompok nelayan pria dan nelayan wanita Desa Wairbleler. Metode pemberdayaan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian pada nelayan Desa Wairbleler, menunjukkan pencapaian tujuan kegiatan pemberdayaan tercapai yaitu adanya penurunan hipertensi dan hipertrigliseridemia, tersedia produk tepung ikan sebanyak 500 kemasan dan minyak ikan selar sebanyak 500 botol yang menghasilkan profit bagi kelompok nelayan, adanya video promosi produk pada akun Facebook, Instagram, TikTok milik nelayan Desa Wairbleler. Oleh karena itu, pada tahap keberlanjutan program yang dilakukan oleh kelompok nelayan Desa Wairbleler dengan memperluas segmen pemasaran pada ibu balita, anak sekolah sebagai upaya kecukupan gizi melalui konsumsi tepung dan minyak ikan selar. Pihak pemerintah Desa Wairbleler mendukung inovasi diversifikasi ikan selar dengan pengembangan skala produksi tepung dan minyak ikan selar.
Copyrights © 2026