Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemetaan Daerah Penangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp) Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Perairan Utara Laut Flores Kabupaten Sikka Erfin Erfin; Elok Fathika Riyantho
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Aquanipa
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan daerah penangkapan ikan dapat diduga dari kondisi perairan yang merupakan habitat dari suatu spesies dan biasanya digambarkan dengan parameter oseanografi. Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan tuna dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan ikan yang potensial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memetakan daerah penangkapan ikan tuna berdasarkan parameter SPL dan sebaran klorofil-a, di perairan utara Laut Flores Kabupaten Sikka . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode primer dan sekunder antara lain pengambilan titik koordinat dan data hasil tangkapan ikan tuna di lapangan secara langsung di lokasi penelitian , serta analisis SPL dan klorofil-a menggunakan data citra satelit Aqua Modis yang diolah dengan seaDas, Er mapper dan software ArCGIS. Hasil penelitian menunjukkan nilai SPL tertinggi mencapai 28,01 °C yang berada pada titik koordinat B, serta SPL terendah 27,94 °C yang berada pada titik koordinat A. Analisis sebaran klorofil-a di perairan perairan utara Laut Flores Kabupaten Sikka memiliki nilai klorofil-a tertinggi 0,174 mg/m3 yang berada pada titik koordinat B, sedangkan nilai klorofil-a terendah 0,170 mg/m3 yang berada pada titik koordinat A. Produktivitas hasil tangkapan ikan tuna tertinggi 10 ekor/trip dicapai pada nilai SPL 28,01 °C dan klorofil-a 0.174 mg/m3.
Optimasi Pemanfaatan Wilayah Pantai Desa Lela Kabupaten Sikka Provinsi NTT Menggunakan Proses Hierarki Analitik Maria Yuliati; Angelinus Vincentius; Erfin Erfin; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Aquanipa
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai merupakan bagian dari wilayah pesisir, yang terletak antara daratan dan laut, dan menerima pengaruh dari proses-proses alamiah di laut maupun pengaruh dari daratan. Pantai menjadi wilayah penyangga yang menyokong aktifitas manusia di daratan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat tanpa merugikan keberadaan dan kelestarian ekosistem pesisir dan laut. Pemerintah Desa Lela, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan berbagai upaya pemanfaatan wilayah pantai, namun perlu dikaji, jenis-jenis aktifitas apa saja di wilayah pantai yang paling optimal yang dapat mengakomodir tuntutan berbagai sektor dan kepentingan pemanfaatan ruang. Oleh karena itu maka dalam pengambilan keputusan digunakan suatu metode yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah pantai tersebut. Studi ini bertujuan untuk menentukan pilihan kegiatan usaha yang paling optimal untuk dilaksanakan di Desa Lela, yang dapat memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat baik ditinjau dari aspek ekonomi, lingkungan maupun sosial budaya, dengan menggunakan metode Proses Hierarki Analitik (Analytical Hierarchy Process)/PHA Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – April 2019 di Desa Lela. Metode wawancara dilakukan terhadap responden terpilih yaitu para pakar dan pemangku kepentingan sebanyak 19 orang, yang mewakili unsur masyarakat lokal, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, investor, perbankan, koperasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh agama, para guru/pendidik, dan pemuda.Data jawaban responden diolah menggunakan software Excel 2010. Struktur PHA yang dibangun terdiri dari 5 level yaitu level 1 tujuan (optimasi pemanfaatan pantai), level 2 stakeholders (Pemerintah Daerah, investor, masyarakat, LSM, bank/koperasi), level 3 aspek (lingkungan, ekonomi, sosial budaya), level 4 target (konservasi, lapangan kerja, income, pemerataan, sarana rekreasi), level 5 prioritas (daerah perlindungan penyu, pendaratan ikan, wisata pantai, budidaya rumput laut). Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis usaha yang paling optimal untuk dikembangkan di wilayah Pantai Desa Lela yaitu prioritas pertama untuk pendaratan ikan (geomean 0,2853), ke-2 untuk budidaya rumput laut (geomean 0,2244), ke-3 untuk daerah perlindungan penyu (geomean 0,1751), dan ke-4 untuk wisata pantai (geomean 0,1349).
PENGARUH PERBEDAAN WARNA LAMPU PIJAR (Warna Kuning, Putih dan Biru) PADA ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SELATAN PULAU FLORES, KABUPATEN FLORES TIMUR, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Erfin Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengetahui perbandingan dari 3 (Tiga) jenis warnalampu terhadap hasil tangkapanpada alat tangkap bagan, serta mengetahui jumlah dan jenisikan yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di Perairan Selatan, Kabupaten Flores Timursejak tanggal 25 April sampai 25 Mei 2013. Metode yang digunakan adalah metodeeksperimen dengan 3 perlakuan (perlakuan A : Warna Kuning; perlakuan B : Warna Putihdan perlakuan C : Warna Biru) dan 3 ulangan. Hasil penelitian dianalisis menggunakanAnalisis Sidik Ragam ANOVA pada masing-masing lokasi didapati bahwa berdasarkanhasil uji F dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terhadap jumlah hasiltangkapan di lokasi (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kaealelo, perairan DesaHeras) Bnilai Fhitung sebesar 21,88** dan Ftabel 0,05 = 5,14 dan Ftabel 0,01 = 10,92 yangberarti bahwa Fhitung > Ftabel baik pada taraf 0,05 maupun 0,01 sehinggah keputusannyaadalah terima H1 dan tolak H0 (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kawalelo,perairan Desa Heras) dengan nilai Fhitung = 12,49**, Ftabel 0,05 = 5,14 dan Ftabel 0,01 = 10,92.Hal ini berarti bahwa lama waktu operasi penangkapan berpengaruh sangat nyata terhadaphasil tangkap. Sedangkan untuk (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kawalelo,perairan Desa Heras) dengan hitungan Fhitung = 1,13, Ftabel 0,05 = 5,14, Ftabel 0,01 = 10,92.Keputusannya adalah terima H0 dan tolak H1, dengan demikian lama waktu operasipenangkapan sangat berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan.
Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Menggunakan Pancing Tonda di Perairan Teluk Maumere Erfin Erfin
Mangifera Edu Vol 3 No 1 (2018): Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.708 KB) | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v3i1.9

Abstract

Salah satu perikanan tangkap tradisional di perairan laut Teluk Maumere adalah perikanan pancing tonda (trolling line), memiliki konstruksi sederhana dengan metode pengoperasian yang mudah serta tidak memerlukan modal yang besar, dimana masyarakat yang selama ini menggunakan pancing tonda dengan 1 jenis mata pancing dalam 1 kapal tidak efektif, sehingga peneliti mencoba menggunakan alternatif lain, yaitu menggunakan tiga perahu jukung dimana masing-masing perahu mewakili setiap perlakuan yaitu 2 mata pancing, 6 mata pancing dan 10 mata pancing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis produktifitas pancing tonda dengan jumlah mata pancing yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimental fishing dengan Fishing base Pulau Pemana-Desa Pemana dimana pengambilan sampel/ulangan dilakukan sebanyak 60 kali pemancingan (trip) pada pagi hari kemudian hasil tangkapan dari trip dikelompokan berdasarkan ketiga perlakuan (2 MP, 6 MP dan 10 MP). Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa hipotesis H1 ditolak artinya tidak ada perbedaan jumlah (ekor), berat (kg) dan panjang (cm) dari hasil tangkapan ikan cakalang di Teluk Maumere menggunakan Trolling Line dengan jumlah mata pancing yang berbeda (2 MP, 6 MP dan 10 MP). Pengukuran parameter oseanografi di lokasi penelitian, menunjukkan suhu pada pagi hari berkisar antara 24 - 25 °C dengan kadar salinitas 33 - 34 o/oo serta kecepatan arus 0,039 meter/detik.
PENGARUH UMPAN ASLI DAN UMPAN BUATAN DENGAN WAKTU PENANGKAPAN YANG BERBEDA PADA ALAT TANGKAP PANCING TANGAN (HAND LINE) TERHADAP JUMLAH DAN JENIS IKAN DI PERAIRAN TELUK MAUMERE Erfin Erfin
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untutk mengetahui pengaruh penggunaan dua jenis perilakuan yaitu Umpan Asli (cumi-cumi) dn umpn buatan ( karet ventil) dengan perbedaan waktu penangkapan terhadap jumlah dan hasil tangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap pancing tangan (hand line) di perairan teluk Maumere Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di mana peneliti terlibat secara langsung dalam operasi penangkapan dengan alat tangkap pancing tangan (hand line) dengan melakukan penangkapan masing-masing dua faktor yaitu kedua adalah perbedaan waktu penangkapan (pagi, siang, dan malam hari). Dari kedua perlakuan, maka hasil tangkapan yang diperoleh dalam operasi penngapan pancing tangan (hand line) yaitu, pertama, menggunakan perbedaan umpan asli (cumi-cumi) dan umpan buatan (karet ventil). Sedangkan faktor pada perlakuan dan ulangan yang menggunakan umpan asli (cumi-cumi) didapat hasil tangkapan sebanayak 321 ekor dengan rata-rata 107. Sedangkan mengguanakan umpan buat (karet ventil) didapat hasil tangkapan sebanayak 293 ekor dengn rata-rata 97,67. Dari hsil pengujian hipotesis didapatkan bahwa Fatbel taraf nyata 0,05 dan 0,01 menujukan hasil nyata atau Fhitung = 3,477 > Ftabel > (0,05). Maka tolak H0 diterima dengan H1 dengan hasil nyata singnifikan. Jadi adanya pengaruh umpan terhadap hasil tangkapan. Maka selanjutnya akan di hitung manggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Pada Uji BNJ, Didapat hasil tangkapan hasil tertinggi dari perlakuan A3B1 yaitu mengguanakan umpan asli (cumi-cumi) pada waktu penangkapan malam hari. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah perlakuan kombinasi yang memeberikan hasil tangkapan terbanyak adalah perlakuan kimbinasi A3B1 yang berbeda nyata dengan perlakuan kombinasi lainya. Kata Kunci : , Ikan, Maumere
STUDI TUTUPAN TERUMBU KARANG DI DESA WAIARA DAN DESA NANGAHALE DALAM KAWASAN KONSERVASI TAMAN WISATA ALAM LAUT GUGUS PULAU TELUK MAUMERE Angelinus Vincentius; Erfin La; Dionisius Bruno Conterius
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan persentase tutupan terumbu karang di perairan Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Gugus Pulau Teluk Maumere di Desa Waiara dan Desa Nangahale. Penelitian telah dilaksanakan selama 4 bulan mulai tanggal 2 September 2021 sampai 20 Desember 2021 di kawasan konservasi Taman Wisata Alam Gugus Pulau Teluk Maumere, Kabupaten Sikka. Metode penelitian ini adalah Metode Deskriptif Kuantitatif dengan menggunakan metode Transek Foto Bawah Air (Underwater Photo Transect = UPT) yang langsung di lakukan di site yang sudah di tentukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi terumbu karang di Desa Waiara dan Nangahale, kondisi Persentase tutupan karang hidup di perairan Desa Waiara sebesar 26,53% dan masuk dalam kategori buruk karena dinilai berdasarkan kriteria baku status kondisi terumbu karang (Kepmen LH No.4 tahun 2001) adalah 0-24,9% dan Persentase tutupan karang hidup di perairan Desa Nangahale sebesar 42,40% dikategorikan buruk karena dinilai berdasarkan kriteria baku status kondisi terumbu karang (Kepmen LH No.4 tahun 2001) adalah 25 – 49,9%.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA NANGADHERO, KECAMATAN AESESA, KABUPATEN NAGEKEO Erfin la; Maria Yohanista; Maksima Bhija
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat pesisir Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo terhadap pengelolaan hutan mangrove. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 09 Oktober 2020 – 02 November 2020 di Kawasan Hutan Mangrove Desa Nangadhero, Kecaman Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Metode yang digunakan adalah metode survey, dengan populasi yang digunakan adalah seluruh Masyarakat pesisir yang tinggal di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 20 orang dan pengambilan sampel dilakukan secara Non Probability Sampling (Purposive sampling) berjumlah 20 orang (responden). Variabel yang diamati adalah tingat persepsi dan partisipasi masyarakat Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Metode analisis yang digunakan ini adalah metode deskritif dengn pensklaan 1-3-5 (Modifikasi Skala Likert) dengan tiga kategori jawaban yang telah disediakan yaitu Memahami atau setuju; Kurang memahami atau ragu-ragu; Tidak memahami atau tidak setuju. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat persepsi masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove di Desa Nangadehero selama penelitian diperoleh jumlah nilai skor akhir adalah 74. Menurut Marsia, dkk (2015) termasuk dalam kategori kurang memahami (60-99) artinya tingkat persepsi masyarakat kurang memahami terhadap pengelolaan hutan mangrove di Desa Nangadehero dimana tingkat persepsi masyarakat sangat bervariasi dengan jumlah 3 orang informan menyatakan tidak memahami, 7 orang informan menyatakan ragu-ragu dan 10 orang informan menyatakan memahami. Sedangkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove di Desa Nangadehero selama penelitian diperoleh jumlah nilai skor akhir adalah 76. Menurut Marsia, dkk (2015) termasuk dalam kategori kurang partisipasi (60-99) artinya masyarakat kurang partisipasi dalam pengelolaan hutan mangrove di Desa Nangadehero dimana tingkat partisipasi masyarakat sangat bervariasi dengan jumlah 12 orang informan menyatakan sangat berpartisipasi, 4 orang informan menyatakan kurang berpartisipasi dan 4 orang informan menyatakan tidak berpartisipasi.
STUDI KASUS PENANGANAN MUATAN HASIL PRODUK PERIKANAN MENGGUNAKAN REEFER CONTAINER - FROZEN CARGO DI KAPAL MV. RELIANCE, PELABUHAN LAUREN SAY MAUMERE Dwi Rama Perwira Putra; Erfin La; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penanganan muatan hasil produk perikanan menggunakan reefer container - Frozen Cargo di Kapal MV. Reliance, Pelabuhan L-Say Maumere. Penelitian telah dilaksanakan selama 1 bulan mulai tanggal 10 September 2021 sampai dengan 10 Oktober 2021 di CV. Biru Laut dan di Pelabuhan L-Say Maumere. Metode penelitian ini adalah Metode Penelitian Studi Kasus dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk dapat mengetahui tata cara penanganan muatan produk ikan beku dari mulai penyimpanan di Gudang cold storage, kemasan produk, stuffing dan penyusunan dalam reefer container, sampai pengiriman melalui kapal MV. Reliance di Pelabuhan L-Say Maumere. Hasil penelitian ini menunjukan manajemen penanganan muatan hasil produk ikan beku di CV. Biru Laut dimulai dari ikan tuna dibersihkan, kemudian ikan di fillet dan di vacum agar udara tidak masuk. Setelah itu disimpan di cold storage dengan suhu -250C. CV. Biru Laut menerapkan sistem FIFO (first in first out) & FEFO (first expired first out). Sebelum proses stuffing, reefer container harus disetting point temperature yang sesuai dengan suhu di cold storage. Pada saat produk ikan beku sudah sesuai suhu yang diatur dan mesin reefer container harus dimatikan pada saat stuffing agar tidak rusak karena banyak udara yg keluar yang dikarenakan pintu kontainer yang dibuka. CV. Biru Laut juga sudah menerapkan sistem GMP (Good Manufacture Practice) & SSOP (Sanitation Standart Operation Procedure). Pelaksanaan manajemen penanganan muatan reefer container- frozen cargo di MV. Reliance selama pelayaran antara lain memastikan penempatan muatan yang sesuai; koordinasi dengan sesama awak kapal melalui tool box meeting serta dengan pihak pelabuhan dan perusahaan; pembuatan final stowage plan; pengawasan rutin setiap hari untuk memeriksa reefer container; dan perbaikan kendala reefer container selama dalam pelayaran.
UJI KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN LAYANG (DECAPTERUS SP) SEGAR DI PASAR PPI KOTA MAUMERE Maria Yohanista; Erfin La; Konterius Hento
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan formalin pada Ikan Layang (Decapterus sp) segar di pasar PPI Kota Maumere. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 14 Desember 2021 sampai tanggal 14 Januari 2021 di Pasar PPI kota Maumere untuk pengambilan sampel ikan Layang (Decapterus sp) dan di Laboratorium Stasiun Balai Karantina Ikan untuk analisis kandungan formalin. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Analisa kualitatif untuk uji Formalin menggunakan metode Formaldehyde Test HCHO. Teknik pengambilan data dalam penelitian adalah Rendom sampling yang berlangsung 2 minggu dimana terdapat dua kali sampling yaitu pada minggu pertama dan kedua dengan banyaknya data sampling sebanyak 2 buah, yang diambil dari 1 lokasi. Analisis data melalui Coding (pengkodean pada pasar dan sampel ikan segar) dan Tabulating (Hasil uji laboraturium pada ikan segar kemudian di masukan kedalam tabel). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa identifikasi kandungan formalin pada ikan laying (Decapterus sp) yang beredar di pasar PPI Kota Maumere menggunakan uji kualitatif yaitu metode formaldehyde test HCHO tidak ditemukan kandungan formalin pada semua sampel ikan layang (Decapterus sp) dan tidak dapat perubahan warna pada sampel tubuh ikan layang (Decapterus sp) tersebut, dengan demikian ikan layang (Decapterus sp) yang beredar di beberapa pasar tersebut dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP GILL NET DI PERAIRAN NANGAMERAH, DESA BANGKOOR, KECAMATAN TALIBURA, KABUPATEN SIKKA Yohanes D.B.R. Minggo; Erfin La; Febronius Florianus Moat Raul
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas alat tangkap Gill Net yang beroperasi di perairan Nangamerah, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Penelitian dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2020 sampai 20 November 2020 di Perairan Nangamerah, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode Survey dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan jenis Non Probability Sampling meliputi seluruh nelayan yang memiliki alat tangkap Gill Net yang beroperasi di perairan Nangamerah, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Pengukuran produktivitas alat tangkap Gill Net mengacu pada analisis yang digunakan oleh Gaspersz (2000) dengan mengitung produktivitas per unit alat tangkap dan per trip selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah total hasil tangkapan selama 30 trip sebanyak 646 Kg dengan jenis hasil tangkapan nelayan Gill Net yang paling dominan adalah ikan Kakap Merah (Lutjanus Campechanus), Kepiting Bakau (Scylla spp), ikan Kerapu Merah (Plectropomus leopardus), ikan Kerapu (Epinephelus Pachycentru), ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster), ikan Kakap Domba (lutjanus analis) dan Lencam (Lethrinidae). Nilai Produktivitas hasil tangkapan adalah sebesar 21,53 Kg/trip yang berarti alat tangkap Gill Net yang beroperasi di perairan Nangamerah, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura memiliki kemampuan menangkap ikan sebanyak 21,53 Kg per trip.