Fenomena quiet quitting mencerminkan pembatasan keterlibatan karyawan sebagai respons terhadap tekanan kerja yang meningkat di era globalisasi dan pasca-pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis karakteristik temuan utama mengenai quiet quitting dan dampaknya terhadap kesehatan mental karyawan di tempat kerja. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan kriteria penilaian kualitas CASP untuk memastikan transparansi. Pemcarian sistematis dilakukan pada lima database utama menggunakan perangkat lunak Rayyan AI, menghasilkan 35 jurnal relevan yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quiet quitting merupakan strategi adaptif untuk melindungi kesehatan mental dari beban kerja berlebih dan lingkungan kerja yang tidak mendukung. Dampak yang paling dominan adalah tingginya noat berpindah kerja (turnover intention), penurunan produktivitas, serta peningkatan stress dan burnout. Kesimpulannya, quiet quitting merupakan indicator penting kesehatan organisasi yang memerlukan intervensi proaktif seperti peningkatan kemananan psikologis dan program kesejahteraan demi menjaga kesehatan mental serta retensi karyawan.
Copyrights © 2026