Keterampilan berpikir kreatif sebagai kompetensi abad ke-21 memerlukan media pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menjawab kesenjangan antara implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek dan penilaian kreativitas yang masih jarang mengintegrasikan validasi produk secara empiris. Tujuan penelitian adalah menguji efektivitas model Pembelajaran Berbasis Proyek berbasis alam sekitar melalui proyek biobriket untuk melatihkan berpikir kreatif melaui unjuk kerja. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif pada mata kuliah Laboratorium Pembelajaran Berbasis Alam Sekitar, dengan data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara, yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) setiap sintaks Pembelajaran Berbasis Proyek dapat memfasilitasi indikator kreativitas berbeda, melalui identifikasi masalah yang memicu orisinalitas dan kelancaran ide; (2) validasi kinerja biobriket (uji kadar air, abu, kepadatan) berperan sebagai pemicu yang mengubah kreativitas menjadi inovasi saintifik melalui siklus yang berulang evaluasi-revisi; (3) keefektifan model ditentukan oleh keautentikan konteks dan pendampingan selama proses pembuatan untuk menjembatani kesesuaian ide dan proses hingga dapat biobriket yang ideal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi validasi empiris ke dalam inti pembelajaran berbasis proyek tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga membangun tanggung jawab ilmiah mahasiswa, sehingga berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran sains yang relevan dan transformatif.
Copyrights © 2026