Permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada remaja masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama terkait rendahnya kesadaran dan kebiasaan menjaga kebersihan oral. Siswa sekolah menengah atas di Kota Malang menunjukkan kebutuhan peningkatan literasi kesehatan yang tidak hanya pada tingkat mengetahui, tetapi juga memahami dan mampu menerapkan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa melalui edukasi interaktif menggunakan media presentasi visual dan booklet secara tatap muka. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan pre-test, pemberian materi edukasi, diskusi partisipatif, dan post-test untuk mengevaluasi perubahan capaian pengetahuan peserta. Sebanyak 400 siswa dari SMAN 2 dan SMAN 4 Kota Malang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan siswa, dimana nilai rata-rata pre-test sebesar 56,58 ± 12,526 meningkat menjadi 84,28 ± 12,585 pada post-test. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon signed-rank test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi interaktif berbasis media visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada remaja serta berpotensi dikembangkan sebagai model promosi kesehatan berbasis sekolah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026