Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Buah-Buahan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Gratis Pada Anak Sawitri Dwi Indah Pertami; Kartika Asmarani; Basma Rosandi Prakosa; Afrida Nurmalasari; Dyah Noviana; Mara Gustina; Rudi Irawan; Endah Kusumastuti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut berperan penting terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menjaga kesehatan mulut dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sikat gigi minimal 2 kali sehari, memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, serta makan makanan yang kaya vitamin dan mineral, seperti buah. Kediri merupakan daerah penghasil buah lokal seperti mangga podang, nanas, jeruk, pisang, durian. Pengabdian masyarakat ini dengan melakukan pemeriksaan gigi mulut dan penyuluhan pemanfaatan buah-buahan untuk kesehatan gigi dan mulut, yang. dilaksanakan di Klinik Bandar Lor Kediri. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah anak-anak panti asuhan Baitul Maal Hidayatullah Kediri. Kegiatan dilakukan dalam 2 sesi, sesi pagi dengan melakukan pemeriksaan gigi mulut pada anak-anak dan sesi sore dengan melakukan penyuluhan pemanfaatan buah-buahan local Kediri untuk kesehatan gigi mulut, pemberian kuisioner, dan diakhiri dengan pemberian doorprize. Anak-anak antusias untuk mengikuti pemeriksaan gigi mulut dan penyuluhan . Setelah penyuluhan anak-anak diberi kuis, dan doorrprize bagi yang benar dalam menjawab. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pemahaman anak-anak tentang cara menjaga kesehatan gigi mulut dan manfaat buah-buahan untuk kesehatan gigi dan mulut.
Effectiveness of Avocado Seed Extract (Persea Americana Mill) in Maintaining Fibroblast Cell Viability of Avulsed Teeth in Male Wistar Rats Dila Rohmaniar; dzanuar rahmawan; basma rosandi prakosa
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v10i2.779

Abstract

Background: Avulsion is a complex trauma characterized by the loss of a tooth from its socket. An avulsion condition requires immediate replantation to return the tooth to its socket. The success of this action is influenced by the viability of the fibroblast cells. One of the measures to maintain viability is to store avulsed teeth in storage media. Avocado seed (Persea Americana Mill) is a plant that is easily available and contains flavonoids and saponins which have anti-inflammatory, antioxidant and antibacterial activities. Avocado seed extract is known to play a role in wound healing by increasing the number of fibroblast cells. Objective: to determine the effectiveness of avocado seed extract (Persea Americana Mill) in maintaining the viability of avulsed tooth fibroblast cells in male Wistar rats. Methods: The sample used was 24 Wistar rat teeth extracted and divided into 2 groups, 1 control group and 1 treatment group, where each group was divided into 2 subgroups based on soaking time, namely 30 and 60 minutes. Furthermore, fibroblast cells in the periodontal ligament are trypsinated and then counted with a hemocytometer on a light microscope. The data were then tested using SPSS 24 software. Results: There was a significant difference in the amount of fibroblast cell viability in immersion using avocado seed extract and HBSS. Conclusion: Soaking using HBSS for 30 minutes produced the best fibroblast cell viability.
Efektivitas penyuluhan media poster secara luring dan daring dalam meningkatkan kesehatan gigi Khafid, Mohammad; Putriwijaya, Fiory Dioptis; Prakosa, Basma Rosandi; Salsabila, Nurul
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.85296

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut ialah satu faktor penting dalam menentukan status kesehatan pada anak khususnya anak usia sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberi penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat efektivitas penyuluhan menggunakan poster secara luring dan daring terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta penurunan angka (skor) OHI-S. Penelitian ini merupakan penelitian quasy-experiment dengan rancangan pre-test post-test design (pretest dilakukan sebelum responden diberi penyuluhan dan post-test dilakukan sesudah responden diberi penyuluhan yang berupa pertanyaan pilihan ganda dan pemeriksaan skor OHI-S). Penilaian pre-test post-test menggunakan skala ordinal dengan kategori kurang, cukup, dan baik. Populasi penelitian merupakan siswa SD Negeri 1 Talang Saronggi Sumenep dengan jumlah 88 siswa dengan pengambilan sampel random sampling. Berdasarkan hasil uji non parametrik menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil selisih nilai pre-test post-test antara kedua kelompok (p-value < 0,05). Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas penyuluhan yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan antara media poster secara luring dengan media poster bergerak secara daring via whatsapp.
Differences in Horizontal Angulation Shift in Periapical Radiography Techniques to The Position of The Apical Foramen of Maxillary First Premolars Anggun, Tiara Anggun Arini; Putri, Annisa; Rosandi Prakosa, Basma
YARSI Dental Journal Vol. 2 No. 1 (2024): YARSI DENTAL JOURNAL
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Gigi premolar pertama rahang atas memiliki variasi genetik dalam morfologi jumlah saluran akar dan posisi foramen apikal. Pergeseran angulasi horizontal tabung sinar–X ke arah mesial dapat memberikan gambaran saluran akar yang awalnya superimposed menjadi terpisah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pergeseran angulasi horizontal pada teknik radiografi periapikal terhadap posisi foramen apikal gigi premolar pertama rahang atas. Metode : Desain penelitian ini adalah Cross-Sectional menggunakan 6 sampel gigi premolar pertama rahang atas yang telah diekstraksi. Pada setiap gigi dilakukan empat kali foto dengan angulasi horizontal 0ᵒ, 20ᵒ, 30ᵒ, dan 40ᵒ ke arah mesial. Hasil gambaran radiograf diamati oleh dua reviewer. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan uji Cohen’s Kappa untuk melihat tingkat kesepakatan antara kedua reviewer. Selanjutnya dianalisis dan diinterpretasi dengan Uji Friedman untuk membuktikan hipotesis. Hasil : Nilai signifikansi Cohen’s Kappa sebesar 0,004 yang artinya terdapat kesepakatan antara kedua reviewer. Nilai signifikansi uji Friedman pada posisi foramen apikal sebesar 0,019 Asymp sig (<0,05) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan : Terdapat perbedaan jumlah saluran akar dan posisi foramen apikal gigi premolar pertama rahang atas terhadap pergeseran angulasi horizontal pada teknik radiografi periapikal. Kata Kunci : Gigi Premolar Pertama Rahang Atas, Angulasi Horizontal, Posisi Foramen Apikal.
Pengabdian Masyarakat tentang Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut di Pondok Pesantren Ta'lim Sabilu Taubah Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Lukis, Prima Agusti; Setiawan, Fery; Prakosa, Basma Rosandi; Khafid, Mohammad; Handajani, Juni; Hanindriyo, Lisdrianto; Irnawati, Dyah; Susilowati, Heni; Sunarintyas, Siti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 2 (2025): JAMSI - Maret 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1825

Abstract

Persepsi kebersihan gigi dan oral memiliki dampak besar pada harapan hidup di seluruh dunia. Namun, di negara-negara dengan pendapatan sedang, beban meningkat secara tidak proporsional. Prob-lema kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan problem yang mempengaruhi populasi sebanyak 57.6%. Studi ini adalah studi semi-eksperimental yang dilakukan pada 16 Desember 2024 di Ta’lim Sa-bilu Taubah Gas Iqdam, Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Metode sosialisasi dilakukan secara offline (tatap muka) menggunakan campuran media presentasi (power point) dan booklet. Peserta sosialisasi dibagi menjadi dua bagian: pra-sosialisasi (pre-test) dan pasca-sosialisasi (post-test). Peserta sosialisasi diberi-kan pertanyaan untuk menilai pengetahuan dan persepsi peserta mengenai kesehatan gigi dan mulut pada saat sebelum dan sesudah sosialisasi. Pengetahuan peserta diklasifikasikan sebagai cukup, sedang, dan rendah dalam memahami kebersihan gigi dan mulut sebelum dan setelah sosialisasi. Skor rata-rata untuk peserta sebelum sosialisasi adalah 26,45, dan setelah sosialisasi menjadi 83,23. Hasil tersebut ber-beda bermakna dengan nilai-p 0.000 menggunakan uji statistik wilcoxon. Data ini menunjukkan bahwa terdapat peran positif dari dokter gigi dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pasien sehingga dokter gigi dapat berperan aktif untuk mendorong pasien lebih memperhatikan kesadaran kesehatan gigi dan mulut terutama bagi pondok pesantren Ta’lim Sabilu Taubah di Kabupaten Blitar.
Evaluasi Kesalahan Radiografi Periapikal Teknik Bisecting di RSGM Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Paula Piko, Fransiska; Putri, Annisa; Prakosa, Basma Rosandi
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i01.169

Abstract

Pendahuluan: Radiografi periapikal bertujuan mengevaluasi kondisi gigi dari mahkota hingga periapikal. Teknik bisecting lebih banyak digunakan karena film lebih mudah ditempatkan dalam rongga mulut dibanding teknik paralel yang memerlukan instrumen holder, meskipun hasil radiograf teknik bisecting masih ditemukan kesalahan yang mengurangi nilai diagnostik.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan radiografi periapikal teknik bisecting di RSGM IIK Bhakti Wiyata. Bahan dan Metode: Jenis penelitian analitik observasional. Sampel merupakan data sekunder dari unit radiologi RSGM IIK Bhakti Wiyata yang diambil dari periode bulan Januari – April 2024. Sampel dikategorikan berdasarkan kesalahan pengaturan sudut, kesalahan penempatan film, kesalahan posisi pasien dan kesalahan processing film.Hasil: Total sampel yang diteliti sejumlah 53 radiograf, masing-masing radiograf menunjukkan lebih dari satu macam kesalahan. Kesalahan pengaturan sudut ditemukan pada 27 radiograf dengan 17 diantaranya adalah foreshortening pada gigi anterior maksila. Kesalahan penempatan film ditemukan pada 37 radiograf dengan 12 di antaranya adalah apical cutting pada gigi molar.Kesalahan posisi pasien ditemukan sebanyak 8 radiograf mengalami blurred.Kesalahan processing ditemukan sebanyak 31 radiograf, mayoritas karena underdevelopment sebanyak 22. Kesimpulan: Radiograf periapikal teknik bisecting di RSGM IIK Bhakti Wiyata ditemukan kesalahan pengaturan sudut, kesalahan penempatan film, kesalahan posisi pasien, kesalahan processing film.
Pengabdian Masyarakat Gabungan tentang Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD Al-Marusiyah antara Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata dengan Universiti Sains Malaysia Nurmalasari, Afrida; Setiawan, Fery; Prakosa, Basma Rosandi; Chasanah, Niswatun; Rudy S.; Apriyono, Dwi Kartika; Suhartini; Yusof, Ainuddin Yushar
Dental Agromedis Vol. 3 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/da.v3i1.5968

Abstract

Perception of oral hygiene has a major impact on life expectancy worldwide, but in middle-income countries it is a problem, where oral health problems in Indonesia affect as much as 57.6% of the population. A semi-experimental study was conducted on October 30, 2024 on students at Al-Marusiyah Elementary School, Kediri City, East Java, Indonesia. The study method was carried out offline (face-to-face) using a mixture of presentation media (power point) and booklets. The socialization participants were divided into two parts: pre-socialization (pre-test) and post-socialization (post-test). The socialization participants were given questions to assess their knowledge and perceptions of oral health before and after the socialization. Participants' knowledge was classified as sufficient, moderate, and low in understanding oral hygiene before and after the socialization. This counseling was carried out as part of a collaboration between the Faculty of Dentistry (FKG) of the Bhakti Wiyata Institute of Health Sciences (IIK) and the Faculty of Dentistry (FKG) of the University of Sains Malaysia (USIM). This counseling aims to improve dental health knowledge of students at Al-Marusiyah Elementary School so that it is hoped that it can reduce the DMF-t rate in students at Al-Marusiyah Elementary School.Keywords: Dental health; Oral health; Elementary school students; Faculty of Dentistry Institute Health Science Bhakti Wiyata; Faculty of Dentistry Universiti Sains Malaysia.
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP SISWA-SISWI DI SMAN KABUPATEN SUMENEP Setiawan, Fery; Prakosa, Basma Rosandi; Khafid, Mohammad; Rahmawan, Dzanuar; Nurmalasari, Afrida; Irawan, Rudi
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.2969

Abstract

Perception of oral hygiene has a major impact on life expectancy worldwide, but in middle-income countries it is a problem, where oral health problems in Indonesia affect as much as 57.6% of the population. A semi-experimental study was conducted on February 21, 2025 on students at SMAN 1, SMAN  2, and Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu in Sumenep Regency, East Java, Indonesia. The study method was carried out offline (face-to-face) using a mixture of presentation media (power point) and booklets. The socialization participants were divided into two parts: pre-socialization (pre-test) and post-socialization (post-test). The socialization participants were given questions to assess their knowledge and perceptions of oral health before and after the socialization. Participants' knowledge was classified as sufficient, moderate, and low in understanding oral hygiene before and after the socialization. The average score for participants before the socialization was 60.66, and after the socialization it was 86.71. These results were significantly different with a p-value of 0.000 using the Wilcoxon statistical test. These data show that there is a positive role for dentists in improving dental and oral health in the environment of high school students so that dentists can play an active role in encouraging patients to pay more attention to dental and oral health awareness, especially for SMAN 1 and 2 in Sumenep Regency, East Java.
Effectiveness of Avocado Seed Extract (Persea Americana Mill) in Maintaining Fibroblast Cell Viability of Avulsed Teeth in Male Wistar Rats Rohmaniar, Dila; rahmawan, dzanuar; prakosa, basma rosandi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v10i2.779

Abstract

Background: Avulsion is a complex trauma characterized by the loss of a tooth from its socket. An avulsion condition requires immediate replantation to return the tooth to its socket. The success of this action is influenced by the viability of the fibroblast cells. One of the measures to maintain viability is to store avulsed teeth in storage media. Avocado seed (Persea Americana Mill) is a plant that is easily available and contains flavonoids and saponins which have anti-inflammatory, antioxidant and antibacterial activities. Avocado seed extract is known to play a role in wound healing by increasing the number of fibroblast cells. Objective: to determine the effectiveness of avocado seed extract (Persea Americana Mill) in maintaining the viability of avulsed tooth fibroblast cells in male Wistar rats. Methods: The sample used was 24 Wistar rat teeth extracted and divided into 2 groups, 1 control group and 1 treatment group, where each group was divided into 2 subgroups based on soaking time, namely 30 and 60 minutes. Furthermore, fibroblast cells in the periodontal ligament are trypsinated and then counted with a hemocytometer on a light microscope. The data were then tested using SPSS 24 software. Results: There was a significant difference in the amount of fibroblast cell viability in immersion using avocado seed extract and HBSS. Conclusion: Soaking using HBSS for 30 minutes produced the best fibroblast cell viability.
Peningkatan Pengetahuan Serta Peran Aktif Ibu Hamil Dan Ibu Balita Dalam Upaya Pencegahan Dan Penurunan Stunting Di Desa Tawang Kediri Ahmad Afif; Basma Rosandi Prakosa
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia, termasuk di Desa Tawang, Kediri. Rendahnya pemahaman ibu hamil dan ibu balita mengenai gizi seimbang menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan peran aktif ibu hamil serta ibu balita dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan di Posyandu ILP Anggur, Dusun Dadapan, Desa Tawang, dengan melibatkan 17 responden melalui metode accidental sampling. Edukasi diberikan dalam bentuk ceramah, demonstrasi video pembuatan makanan tambahan (PMT) lokal berbahan ayam, tahu, dan daun kelor, pembagian buku saku GENTING, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor rata-rata pengetahuan ibu dari 77,6% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman tentang makanan yang sesuai untuk anak usia di bawah satu tahun (47% menjadi 100%). Temuan ini menegaskan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai gizi seimbang, sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam penyediaan makanan bergizi. Program serupa dianjurkan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya agar mampu menekan angka stunting secara lebih merata. Kata kunci: Stunting, ibu hamil, ibu balita, gizi seimbang.