atar belakang : TB merupakan penyakit infeksi mudah menular melalui udara yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TBmenjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat global dan Indonesia menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia. Diagnosa dan penatalaksaan pasien TB akan berpengaruh dalam penanggulan TB. TB-MDR atau Multi Drug Resistant adalah TB resisten obat terhadap minimal 2 obat anti TB lini pertama. Mycobacterium Growth Indicator Tube (MGIT) merupakangold standardalam pemeriksaan TB namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu alternative yang dikembangkan WHO adalah Line Probe Assay dengan metode genotypeyang memberikan diagnosa lebih cepat. Sehingga deteksi dan pengobatan TB-MDR dapat segera dilakukan. Tujuan penelitian: Untuk menganalisisLine Probe Assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube pada pasien TB-MDR. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaldengan metode cross sectional dengan desain post test only control desain antara Line probe assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube terhadap hasil uji OAT Lini dua golongan Fluoroquinolone. Hasil : Hasil Analisa menunjukkan LPA Genotype MTBDRsI ver 2.0dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube sebagai gold standar adalah sensitivitas 100%. Simpulan: Line Probe Assayterbukti mampu mendeteksi resistensi Fluoroquinolonedengan akurasi yang sama baiknya dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube, namun lebih cepat sehingga berpotensi mempercepat terapi TB-MDR.”
Copyrights © 2026