Articles
IFN-γ and IL-2 Secretion after ESAT-6-CFP-10 (EC-610) Fusion Antigen Stimulation from Patients with Active Lung Tuberculosis and Latent Lung Tuberculosis
Bastian;
Nova Kurniati;
Kemas Ya’kub Rahadiyanto;
M. Irsan Saleh;
Zen Hafy;
Francisca Srioetami Tanoerahardjo;
Jusak Nugraha;
Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Secretion of IFN-γ and IL-2 After ESAT-6-CFP-10 Fusion Antigen Stimulation in Activeand Latent TB Patients. This study held to discover how immune responses work and to know thepathogenesis of active TB and latent TB patients. This study used PBMC to stimulate T Cells withESAT-6 and CFP-10 antigen fusion, and measure the level of IFN-γ and IL-2 with ELISA antibodysandwich (U-Cytech). 16 ml of blood were drawn to 5 tubes. ESAT-6 CFP-20 inducted one tube withQuantiFERON for IFN-γ assay. The other four tubes were PBMC isolated using Ficoll-Paque, andpre-incubated with stimulation of ESAT-6 CFP-10 fusion antigen for 24-72 hours at 370 C andmeasured using T-Spot and ELISA reader. We got from this study that there are no significantdifferences in IFN-γ levels for both groups with active TB and latent TB. Measurement of IL-2 levelsshowed significant differences between the two group.
Perbedaan Kadar HbA1c Pada EDTA Yang Diperiksa Segera Dan Disimpan 2 Jam Disuhu Ruang (20-25℃): Perbedaan Kadar HbA1c Pada EDTA Yang Diperiksa Segera Dan Disimpan 2 Jam Disuhu Ruang (20-25℃)
Aristoteles;
Bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 2 No 2 (2024): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/jhast.v2i2.51
Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan pembunuh nomor empat di dunia. Pemeriksaan HbA1c mencerminkan konsentrasi glukosa darah jangka Panjang. Penggunaan HbA1c sebagai Tindakan diagnostic merupakan standar perawatan oleh American Diabetes Association berdasarkan rekomendasi dari International Expert Committee. Stabilitas penundaan analisis menunjukkan bahwa inflasi nilai HbA1c berhubungan langsung dengan waktu penyimpanan, kondisi penyimpanan sampel harus dipantau dan dikontrol dengan hati-hati. Pemeriksaan HbA1c menggunakan metode Immunoassay dengan alat FinacareTM FIA Meter Plus Wondfo dari sampel pasien diabetes melitus sebanyak 29 sampel. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui apakah ada perbandingan kadar HbA1c pada darah EDTA yang diperiksa segera dan yang disimpan 2 jam disuhu ruang 20-25°C. Metode penelitian: menggunakan studi Experimental Laboratory dengan rancangan one group pretest and posttest design. Data yang didapatkan diolah dengan program SPSS dilakukan uji Normalitas dengan uji Shapiro – wilk Bila hasil terdistribusi normal maka dilanjutkan uji hipotesis dengan uji – T berpasangan (Paired sampel T test). Dan jika tidak normal dilanjutkan dengan transformasi data, dan jika tidak normal maka dilakukan dengan uji non parametrik dengan Wilcoxon. Hasil: Hasil data yang dilakukan dengan uji (Paired Sampel T Test) didapatkan signifikan p = 0,959. Yaitu tidak ada perbedaan. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara pemeriksaan kadar HbA1c pada EDTA yang diperiksa segera dan disimpan 2 jam disuhu ruang (20-25℃) tidak terdapat perbandingan yang signifikan, artinya pada penyimpanan 2 jam disuhu ruang (20-25℃) sampel untuk pemeriksaan HbA1c masih memiliki hasil yang baik.
Increasing Communication Literacy at Public Elementary School 05 Pemulutan
Nopriani, Elza;
Fauzi , Leo Ferdian;
Bastian;
Misnawati, Desy
Asian Journal of Applied Education (AJAE) Vol. 3 No. 1 (2024): January, 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/ajae.v3i1.7828
Literacy is a symbol, system, and sound structure that conveys meaning, representing a fundamental competency encompassing four language skill listening, speaking, reading, and writing. One key element in education is communication literacy, which is an individual’s ability to context. This research aims to raise awareness among elementary school students about the importance of communication literacy at SD Negeri 05 Pemulutan. The research employs two methodes 1) Conventional and 2) Question and Answer. The conventional method assesses the extent of student’s compherension through interactive questioning. The results indicate that concrete steps have been taken to improve student’s communications literacy, previously at a low level. These efforts have assisted students in increasing their interest in reading and writing, as well as enhancing their abilities to use information and communication technology. This research contributes insight into how to enhance communication literacy at the elementary school level by demonstrating the effectiveness of specific teaching strategies and involving various stakeholers.
Analysis of Frequency Types of Pre-analytic Stage Errors in Routine Hematology Examinations in Hospitals
Sela, Meilisa Dwi;
Bastian;
Aristoteles
Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis Vol 2 No 2 (2025): Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/tropis.v2i2.19668
The pre-analytical stage is one of the most complex stages to control. The pre-analytical stage has a series of variables and several critical points associated with various errors. Pre-analytical stage errors can account for up to 70% of total laboratory errors. The impact of errors at this stage cannot be ignored because the information provided from clinical laboratory results can be influential in up to 60-70% of clinical decisions. This research aims to find out the percentage of results from the analysis of the frequency of errors in the pre-analytic stage in routine hematology examinations in hospitals. This study uses the descriptive-quantitative method with data collection techniques using primary data on laboratory workers at Bhayangkara Hospital Palembang and Muhammadiyah Hospital Palembang, each with 15 respondents. Results, type-stage error pre-analytical examination hematology routine in the laboratory of Hospital "X" received a score 97.3% with a very good category, while in the hospital laboratory "Y"got a score 93.6% with a very good category. Data processing uses univariate analysis, resulting in the finding that there is no significant difference between both hospitals. Conclusion, type stage error pre-analytic inspection routine hematology for staff in the laboratories of Hospital "X and Hospital "Y" Palembang can be stated as good, and there is no significant difference between both hospitals.
Analisa Kadar Gula Darah Sewaktu Menggunakan Poct Dan Metode God-Pap Pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum
Dewi Hartati;
bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 3 No 1 (2025): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/jhast.v3i1.62
Latar belakang: Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang terjadi secara berlebihan selama hamil. Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan elektrolit dan penurunan berat badan. Sebagai upayapencegahan, makaibuhamildapat melakukan medical check up untuk mengetahui ada atau tidak adanya risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil. Salah satu pemeriksaan check up ialah pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan dengan alat glukosameter (POCT) maupun alat spektrofotometer (metode GOD-PAP). Tujuanpenelitian: ini untuk menganalisa adakah perbedaan kadar gula darah sewaktu menggunakan POCT dan metode GOD-PAP pada ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum di RSIA PRIMA QONITA. Metode penelitian: ialah post test only design. Jenis penelitian: yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti adalah 42 sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian: didapatkan hasil rata-rata pemeriksaan kadar gula darah sewaktu menggunakan POCT ialah 96,26 mg/dL dan kadar gula darah sewaktu menggunakan metode GOD-PAP ialah 94,54 mg/dL. Dari rata-rata perbandingan pemeriksaan kada gula darah sewaktu menggunakan kedua metode didapatkan perbedaan sebesar 1,72%. Dimana perbedaan tersebut masih dalam batas normal. Analisis data menggunakan uji paired t-test didapat hasil sig = 0,000 yang menunjukkan ρ < 0,05. Kesimpulan: dari penelitian ini terdapat perbedaan hasil pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan POCT dan metode GOD-PAP
EDUKASI PEMANFAATAN POOLED SERA SEBAGAI BAHAN KONTROL ALTERNATIF UNTUK PEMANTAPAN MUTU INTERNAL DI LABORATORIUM
Bastian;
Ulva, Maria
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1459
Quality control is a series of checks performed to evaluate the testing process. Increased automation in the clinical laboratory field has increased the need for QC materials for laboratory performance monitoring. One of them is in the Clinical Chemistry laboratory where before conducting an examination, calibration of equipment must be carried out using commercial control materials. Commercial control serum can be purchased at a high price. Thus, it requires homemade alternative control materials in the form of pooled sera. The purpose of the activity is to provide knowledge about the importance of utilizing pooled sera as an alternative control material for strengthening internal quality in the laboratory. The activity method used is socialization and education through poster media with the aim of increasing knowledge and understanding in officers about the importance of utilizing pooled sera as an alternative control material for strengthening internal quality in the laboratory. There is an understanding and improvement in the results of education on laboratory staff with a pretest value of 45.75 and a posttest of 85.83. Laboratory RSUD Kayuagung have understood the utilization of pooled sera as an alternative control material for internal quality assurance in the laboratory.
Supervisi Klinik Kepala Sekolah kepada Guru untuk Menyusun LKPD Berbasis Mediasi Guru Bahasa Indonesia
Bastian
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55909/jpbs.v1i2.32
Terbatasnya alokasi waktu pembelajaran di SMP/MTs karena pandemi Covid-19, menuntut kepala sekolah untuk memfasilitasi guru mata pelajaran agar mampu menyusun LKPD naratif per kelas. Melalui LKPD itu, alokasi waktu pembelajaran yang relatif sempit dapat dimaksimalkan. LKPD naratif merupakan teks deskripsi tertulis dalam bentuk rumpang bertopik KD sesuai dengan mata pelajaran yang diasuh guru. Bagi guru Bahasa Indonesia, jenis teks ini sudah sangat dipahami. Melalui LKPD naratif berbentuk teks rumpang, materi pembelajaran yang disajikan secara singkat di sekolah tetapi berpeluang dilanjutkan oleh para siswa untuk diselesaikan di rumah untuk setiap mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan supervisi klinik kepala sekolah berbasis mediasi guru Bahasa Indonesia untuk memfasiltiasi para guru agar dapat menyusun teks rumpang dalam LKPD naratif pembelajaran dalam satu kegiatan penelitian tindakan sekolah bermetode workshop. Penelitian dilakukan pada awal ujung bulan Januari 2022 melalui metode workshop pola 8 jam. Subjek penelitian adalah 34 guru SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Supervisi klinik kepala sekolah yang dimediasi oleh guru Bahasa Indonesia berlangsung untuk 2 kali pertemuan. Setiap guru ditugasi menyiapkan teks rumpang sebagai media pembelajaran untuk 2 KD yang dihimpun dalam LKPD. Pada hari pertama workshop, semua guru sebagai peserta dapat memilih teks dari BSE untuk diubah menjadi teks rumpang. Pada hari kedua workshop, semua guru sebagai peserta dapat menyusun LKPD yang dominan berisi teks rumpang melalui supervisi klinik kepala sekolah berbasis mediasi guru Bahasa Indonesia.
a ANALISA HASIL PEMERIKSAAN LINE PROBE ASSAY DAN MYCOBACTERIUM GROWTH INDIKATOR TUBE LINI DUA GOLONGAN FLUOROQUINOLONE PADA PASIEN TB-MDR
Dewi Hartati;
Bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 1 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/jhast.v4i1.93
atar belakang : TB merupakan penyakit infeksi mudah menular melalui udara yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TBmenjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat global dan Indonesia menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia. Diagnosa dan penatalaksaan pasien TB akan berpengaruh dalam penanggulan TB. TB-MDR atau Multi Drug Resistant adalah TB resisten obat terhadap minimal 2 obat anti TB lini pertama. Mycobacterium Growth Indicator Tube (MGIT) merupakangold standardalam pemeriksaan TB namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu alternative yang dikembangkan WHO adalah Line Probe Assay dengan metode genotypeyang memberikan diagnosa lebih cepat. Sehingga deteksi dan pengobatan TB-MDR dapat segera dilakukan. Tujuan penelitian: Untuk menganalisisLine Probe Assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube pada pasien TB-MDR. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaldengan metode cross sectional dengan desain post test only control desain antara Line probe assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube terhadap hasil uji OAT Lini dua golongan Fluoroquinolone. Hasil : Hasil Analisa menunjukkan LPA Genotype MTBDRsI ver 2.0dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube sebagai gold standar adalah sensitivitas 100%. Simpulan: Line Probe Assayterbukti mampu mendeteksi resistensi Fluoroquinolonedengan akurasi yang sama baiknya dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube, namun lebih cepat sehingga berpotensi mempercepat terapi TB-MDR.”
ANALISA PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN ENZIM HATI BERDASARKAN ATURAN WESTGARD DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT: Accuracy, Enzyme heart, Precision, Consolidation Quality Control Internal
Ainuzzahroh, Adinda;
Aristoteles;
Bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 1 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52523/jhast.v4i1.96
Latar Belakang: Pemantapan Mutu Internal (PMI) merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus menerus agar tidak terjadi atau mengurangi kejadian error/penyimpangan. Cakupan objek pemantapan mutu internal salah satunya adalah tahap anlitik yaitu quality controlyang merupakan tahap dengan dilakukanya uji presisi (presisi) dan ketelitian (akurasi). Salah satu penerapan yang dilakukan dapat dilakukan dengan menggunakan grafik Levey Jennings kemudian pembacaannya dapat digunakan aturan Westgard untuk mengukur akurasi (d%) dan presisi (CV%)pemeriksaan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini untuk mengetahui Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Enzim Hati Berdasarkan Aturan Westgard diLaboratorium Rumah Sakit. Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif, penelitian ini dilakukan di RS X dan RS Y pada tanggal 10 -16 Maret 2025. Populasi yang diambil adalah seluruh data sekunder hasil quality control pemeriksaan enzim hati (AST dan ALT) Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder pada bulan Agustus-Desember 2024. Hasil: Nilai pada perhitungan pemeriksaan enzim hati pada RS X memiliki nilai bias yang baik dengan tidak ada nilai bias yang mencapai batas maksimal ±10% dan RS Y memiliki hasil bias yang cukup baik dengan 4 bulan hasil QC tidak melebihi batas maksimal dan 1 bulan hasil QC yang tidak akurat karena melebihi batas maksimal.Tingkat presisi pada pemeriksaan enzim hati RS X dan RS Y memiliki tingkat presisi yang cukup teliti karena tidak ada hasil CV yang melebihi batas maksimal 7%, Evaluasi grafik levey-jenning menggunakan aturan wesgrad pada pemeriksaan enzim hati pada RS X ditemukan banyak aturan 1-2 S, dan 10x. sedangkan pada RS Y banyak ditemukan aturan 1-2S, 4-1S, dan 10x.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan hasil penelitian pemantapan mutu pemeriksaan internal enzim hati berdasarkan aturan westgard dilaboratorium rumah sakit.