Tulisan Artikel ini menelaah dominasi paradigma Justified True Belief (JTB) dalam epistemologi klasik dan menunjukkan mengapa ia runtuh di hadapan epistemic luck sebagaimana dipertegas Edmund Gettier: keyakinan dapat benar dan terjustifikasi, tetapi tetap bukan pengetahuan bila kebenaran tercapai “secara kebetulan” atau bertumpu pada premis salah. Studi ini bertujuan memetakan respons pasca-Gettier dan menilai kekuatan anti-luck masing-masing proposal. Metodologinya berupa kajian pustaka kualitatif-analitis atas literatur Indonesia–Inggris (±1956–2025), dengan pembacaan dekat, pemetaan argumen, dan sintesis komparatif memakai tolok ukur koherensi internal, ketahanan terhadap epistemic luck, dan kompatibilitas dengan prinsip closure. Hasilnya menunjukkan tambalan sederhana semacam no-false-lemma/defeasibility tidak memadai menghadapi environmental luck (mis. fake-barn), sehingga JTB gagal sebagai analisis reduktif pengetahuan. Kesimpulannya, JTB tidak lagi memadai; kontribusi utama artikel ini adalah peta sistematis posisi pasca-Gettier dan argumentasi untuk sintesis reliabilisme + safety sebagai kerangka anti-luck yang menjanjikan.
Copyrights © 2026