Kesulitan belajar yang dialami siswa sekolah dasar, khususnya dalam mata pelajaran IPA, sering kali berkaitan dengan gangguan membaca dan rendahnya konsentrasi. Kondisi ini memengaruhi pemahaman siswa terhadap materi serta menurunkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diagnostik dan intervensi pembelajaran yang tepat bagi siswa yang mengalami hambatan belajar IPA akibat gangguan membaca dan konsentrasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas III di SDN Antasan Kecil Timur 1 Banjarmasin yang menunjukkan gejala kesulitan membaca dan kurang fokus saat pembelajaran. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis media visual, praktik langsung, dan materi kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa serta keterlibatan mereka dalam kelas. Strategi diagnostik yang dilakukan sejak awal terbukti membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih adaptif. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya identifikasi dini terhadap hambatan belajar dan perlunya peran aktif guru, sekolah, serta orang tua dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusif dan efektif. Implikasi dari penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan strategi pembelajaran bagi siswa dengan kebutuhan belajar khusus, terutama dalam konteks pelajaran IPA
Copyrights © 2026