Masyarakat kepulauan, khususnya di Pulau Liukang Loe, Bulukumba, menghadapi tantangan ganda: isolasi geografis dan keterbatasan akses pendidikan ekonomi formal. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model andragogi melalui pendekatan Digital Blue-Pedagogy berbasis cloud-community. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi platform digital berbasis komunitas dapat memediasi proses pembelajaran mandiri bagi masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi model andragogi yang mengintegrasikan kearifan lokal kelautan (blue knowledge) dengan teknologi cloud mampu meningkatkan literasi digital dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui digitalisasi pemasaran produk olahan laut dan jasa pariwisata. Model ini menawarkan kerangka kerja baru dalam Pendidikan Non-Formal (PNF) yang bersifat adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.
Copyrights © 2026